Menteri BUMN Erick Thohir Buka Suara Soal Peluang Sofyan Basir Kembali Jadi Bos PLN

0
10
00281447
00281447

Menteri BUMN Erick Thohir Buka Suara Soal Peluang Sofyan Basir Kembali Jadi Bos PLN

Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) yang menjadi tersangka masalah suap proyek PLTU Riau-1, Sofyan Basir, telah divonis bebas pada hari ini (4/11). Majelis Hakim menilai Basir tidak terbukti memfasilitasi sumbangan suap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources, Johanes Budisutrisno Kotjo, kepada 2 pejabat negara.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, lantas menanggapi vonis bebas Basir. Erick mengaku menghormati proses aturan yang berlangsung di persidangan.

“Saya sudah mendengar mengenai vonis bebas Pak Sofyan,” ujar Erick dilansir detikcom pada Senin (4/11). “Kita semua menghormati proses aturan juga hasil dari setiap persidangan bahwa Pak Sofyan Basyir dibebaskan dari banyak sekali tuduhan, dengan ini, tentunya nama Pak Sofyan terehabilitasi dengan sendirinya.”

Tak hanya itu, Erick juga sempat berbicara soal peluang Basir kembali memimpin PT PLN. Erick rupanya menyerahkan keputusan tersebut kepada tim penilai simpulan (TPA) yang dipimpin eksklusif oleh Presiden Joko Widodo.

“Sedangkan pertanyaan mengenai apakah Pak Sofyan akan kembali memimpin PLN, hal ini tergantung kepada keputusan TPA,” terang Erick. “Karena penentuan Direksi PLN harus melalui TPA.”

Sebelumnya, Basir diduga membantu mantan Wakil Ketua Komisi VII dewan perwakilan rakyat RI Eni Maulani Saragih dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham untuk mendapatkan suap dari Johanes Budisutrisno Kotjo. Namun, Majelis Hakim menilai Basir tidak terbukti memfasilitasi sumbangan suap Kotjo kepada Eni maupun Idrus.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Sofyan Basir tidak terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana dakwaan pertama dan kedua,” ujar Hakim Ketua Hariono kala membacakan amar putusan, Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/11). “Memerintahkan jaksa untuk mengeluarkan terdakwa dari tahanan.”

BACA JUGA:  Ketua KPK Curhat Sering Dapat Tekanan Kala Usut Korupsi Yang Libatkan Orang Penting

Sementara itu, jaksa omisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku terkejut atas putusan Majelis Hakim tersebut. Meski demikian, jaksa KPK tetap menghormati putusan tersebut.

“Secara psikologis memang kami kaget ya dengan putusan ini,” tutur jaksa KPK, Ronald Ferdinand Worotikan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada hari ini (4/11). “Tapi kami menghormati putusan majelis dan kami akan mempelajari putusan untuk memilih langkah selanjutnya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.