Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan & Pengetahuan Umum · 3 Aug 2023 07:51 WIB ·

Bahasa Menunjukkan Bangsa, Peribahasa (Suatu Bangsa) Menunjukkan Budaya Bangsa


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/islamtimes/EddieW Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/islamtimes/EddieW

Tulisanrakyat.com – Pernahkah kalian mendengar peribahasa (proverb) dalam bahasa Inggris yang berbunyi “To rob Peter to pay Paul”?

Secara harfiah peribahasa di atas bermakna “merampok Peter untuk membayar Paul”. Kenapa harus merampok? Kesannya kriminal banget ya.

Ada peribahasa versi lainnya yaitu “to borrow money from Peter to pay Paul” yang artinya meminjam uang dari Peter untuk membayar Paul.

BACA JUGA: Bahasa Menunjukkan Bangsa, Daging Menunjukkan Hewan

Versi yang kedua jauh lebih baik dan bukan tindakan pidana (kriminal) melainkan perdata.

Secara analogis, di dalam Bahasa Indonesia peribahasa tersebut bermakna “gali lubang tutup lubang”. Peribahasa ini sudah begitu kental dan populer di kehidupan masyarakat kita sehari-hari terutama di kalangan masyarakat bawah.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ungkapan “gali lubang tutup lubang”?

BACA JUGA: Awalan dan Kata Depan ‘di’: Penggunaan dan Penulisannya yang Benar

Menurut buku “Mengenal Gaya Bahasa dan Peribahasa”, peribahasa “Gali lubang tutup lubang” bermakna berutang untuk membayar utang lainnya.

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/LINESTV

Menurut buku “Mengenal Gaya Bahasa dan Peribahasa” karya Arni Susanti Oktavia peribahasa, “Gali lubang tutup lubang” bermakna berutang untuk membayar utang lainnya.

Artinya, jika seseorang dikatakan hidupnya gali lubang tutup lubang adalah bahwa orang yang bersangkutan meminjam uang dari orang lain untuk melunasi utang atau pinjaman pada orang lain.

Misalkan, si A pinjam uang ke C untuk melunasi utangnya pada B. Lalu, setelah pinjaman ke C jatuh tempo dia akan meminjam ke D atau pinjam lagi ke B untuk membayar utangnya ke C, dan seterusnya.

Dalam banyak kasus, faktor ekonomi menjadi penyebab utama.

Misalnya, seperti kehilangan pekerjaan, memiliki pekerjaan tidak tetap tetapi harus menafkahi keluarga yang seringkali membuat orang terjerumus ke dalam situasi seperti ini, yaitu gali lubang tutup lubang alias pinjam sana sini untuk membayar sana-sini, dan begitu terus seperti lingkaran setan.

Berutang itu sifatnya perdata. Tetapi bisa menjadi pidana (kriminal) jika orang yang berutang tidak mau mengembalikan atau membayarnya. Bisa terkena pasal penipuan 374 KUHP. Wiih…takut mendengarnya.

Dalam budaya kita, utang itu diibaratkan seperti sebuah lubang. Makin besar utangnya makin besar pula lubangnya. Dari sinilah terminologi peribahasa “Gali lubang tutup lubang” itu muncul.

Yang unik, orang Jerman pun menggunakan istilah yang hampir sama dengan kita yaitu “ein Loch mit dem anderen zustopfen” yang secara harfiah bermakna membuat lubang dengan lubang lainnya.

Kata “ein Loch” adalah sebuah lubang (a hole).

Sekarang kita kembali lagi ke Inggris. Konon katanya peribahasa “To rob Peter to pay Paul” secara historis sudah dikenal  di Inggeris sejak abad pertengahan (sekitar tahun 1540an).

Secara etimologis munculnya ungkapan itu terkait dengan pajak gereja (church taxes) yang dibayarkan ke Westminster Abbey sebuah Gereja Perguruan Tinggi Santo Petrus di Westminster, Inggris.

Kata Peter dan Paul diambil dari nama Petrus dan Paulus yang menurut ajaran Kristen merupakan murid Kristus.

Bagaimana dengan negara lainnya di Eropa?

Orang Spanyol menyebut gali lubang tutup lubang dengan ungkapan “desnudar a un santo para vestir a otro” yang secara literal bermakna “melucuti pakaian orang suci untuk mendadani orang lain”.

Waduh. Bisa-bisa pengikutnya lari ya.

Peribahasa di Spanyol hampir sama dengan peribahasa di Prancis. Mungkin karena letak kedua negara tersebut secara geografis berdekatan atau tepatnya berbatasan langsung.

Orang Prancis menyebutnya dengan istilah “déshabiller Pierre pour habiller Paul” yang secara harfiah artinya melucuti pakaian Peter untuk mengenakannya pada Paul atau “to unclothe Peter to clothe Paul” dalam Bahasa Inggris. Wiiih bikin malu aja ya.

Mungkin dulu di Prancis orang yang berutang kalau tidak bisa bayar harus diambil bajunya (dilucuti, ditelanjangi) untuk membayar utangnya. Gimana kalau yang berhutang itu cewek ya? hehe…jangan dibahas ya.

Di Polandia, mereka menyebutnya dengan uangkapan “zabrać jednemu, żeby dać drugiemu” yang bermakna “ambil dari yang satu diberikan kepada yang lain”.

Sebagai penutup, ada cerita lucu nih. Si A pinjam uang ke B. Ketika B meminta uangnya si A pinjam ke C untuk bayar ke B.

Lalu, C menagih ke A dan A pinjam lagi ke B untuk membayarnya. Lalu peristiwa pinjam-meminjam tersebut berlangsung terus berulang-ulang hingga akhirnya si A memanggil keduanya yaitu B & C.

Lalu, A berkata kepada B & C: “Daripada uangnya bolak-balik ke kalian berdua terus. Lebih baik uangnya kalian bagi dua saja, ya. Biar selesai”. Bagaimana menurut kalian? Jangan ditiru ya kelakuan si A.

Demikian artikel kita hari ini. Akhir kata, jangan gali lubang ya. Lubang itu harus ditutup agar jalan kita tetap aman. Jangan biarkan pasak lebih besar daripada tiang. Tetap semangat.**

[Referensi: Diambil dari berbagai sumber]

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Akhiran S (Suffix S) dan Apostrophe (‘) S

28 March 2024 - 10:14 WIB

Akhiran S atau Suffix S dan Apostrophe S adalah dua hal yang perlu mendapatkan perhatian dari mereka yang belajar Bahasa Inggris.

Wajib Belajar Pendidikan Dasar: Kenapa Harus 6 dan Lalu 9 Tahun?

25 March 2024 - 15:34 WIB

Wajib Belajar Pendidikan Dasar merupakan program Pemerintah untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman di masa depan.

Haus dan Lapar: Thirsty and Hungry

6 March 2024 - 10:18 WIB

Pada bulan Ramadhan kaum muslimin di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa, yaitu menahan rasa haus dan lapar.

Juga

17 February 2024 - 06:47 WIB

Di dalam konteks kaidah Bahasa Indonesia, kata ‘juga’ bisa digunakan untuk menyatakan persetujuan baik dalam kalimat positif maupun negatif.

Word Order

16 February 2024 - 21:08 WIB

Word order secara harfiah adalah susunan (tatanan) kata. Susunan kata bisa mempengaruhi makna suatu kata majemuk, frasa atau bahkan kalimat.

Mumpung dan Aji Mumpung

24 January 2024 - 07:18 WIB

Kata ‘mumpung’ adalah kata keterangan dan sering dimajemukkan dengan kata ‘aji’, menjadi ‘aji mumpung’ yang berfungsi sebagai kata benda.
Trending di Pendidikan & Pengetahuan Umum