Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan & Pengetahuan Umum · 17 Jul 2023 06:30 WIB ·

Bunyi: Ragam dan Fungsinya Sebagai Simbol, Media dan Alat Komunikasi Non-Verbal


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Google/EddieWinarto Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Google/EddieWinarto

Tulisanrakyat.com – Apakah kalian tahu kentongan dan apa fungsinya? Kentongan atau jidor adalah alat pemukul yang terbuat dari batang bambu atau batang kayu pohon yang dipahat yang menghasilkan bunyi khas jika dipukul.

Kentongan dulu di kampung-kampung sering digunakan sebagai tanda alarm, sinyal komunikasi jarak jauh, membangunkan sahur di bulan Ramadhan, atau penanda adanya bahaya.

Selain kentongan, ada gong. Di beberapa desa di Jawa gong digunakan sebagai pengganti kentongan.

BACA JUGA: Rumah Sakit dan Rumah Sehat: Mana yang Lebih Tepat?

Di setiap kali ada kegiatan, secara parsial gong seringkali digunakan sebagai piranti untuk membuka ataupun menutup acara dengan cara dipukul sebanyak 3 kali.

Bunyi yang dikeluarkan oleh gong sangat khas. Gong juga menjadi simbol perdamaian dan instrument yang lambat laun bersifat universal.

Lain lagi dengan alat penghasil bunyi ini yang satu ini, yaitu priwitan. Benda ini relatif sangat kecil tapi bunyinya cukup keras dan bisa ditaruh di kantung baju.

BACA JUGA: Etimologi Kata Yang Banyak Digunakan di Berbagai Negara di Hampir Seluruh Belahan Dunia: Aneh, Unik dan Menarik

Tentu yang pernah ikut pramuka pasti tahu banget dengan benda ini.

Pernahkah kalian menonton pertandingan sepakbola? Coba bayangkan jika wasit yang memimpin pertandingan sepakbola tersebut tanpa menggunakan priwitan (whistle)?

Bagaimana dia akan memulai atau memberi peringatan pemain yang melakukan pelanggaran keras? Bagaimana dia akan mengakhiri pertandingan tersebut?

Apakah wasit tersebut akan berteriak-teriak? Hei ..hei .. waduh bisa habis tuh suara wasitnya…he..he..

Priwitan tidak hanya digunakan oleh wasit yang memimpin pertandingan olahraga (sepakbola, voli), pelatih olahraga, kepramukaan tetapi juga digunakan oleh polisi lalulintas atau juru parkir.

Mungkin karena bunyi yang dihasilkan oleh priwitan cukup keras dan nyaring sehingga mudah didengar.

Penulis sendiri pun pernah menggunakan priwitan saat mengajar kelas EC (English for Children) di LB LIA dan di salah satu sekolah swasta di mana jumlah siswanya cukup banyak untuk menenangkan kelas saat berisik atau gaduh.

Beda bunyinya beda pula pesannya. Selain gong (gamelan), kentongan dan priwitan ada alat music. Tentunya, kita semua tahu penggunaan alat musik.

Sebenarnya ada begitu banyak alat telah diciptakan manusia untuk dapat menghasilkan berbagai macam bunyi antara lain: alarm, bel/lonceng, klakson, morse, terompet, wind chimes, dan sebagainya.

Masing-masing alat penghasil bunyi tersebut tentunya memiliki maksud dan tujuan yang berbeda-beda pula. Bel, contohnya dulu banyak dugunakan di sekolah-sekolah.

Saat bel berbunyi di sekolah pertanda pelajaran akan dimulai, pertanda jam istirahat tiba atau berakhirnya pelajaran. Tergantung pada jam, durasi dan jenis bunyinya.

Lalu, ada sirine. Apa yang terlintas di benak kalian jika kalian mendengar bunyi sirine meraung-raung di sekitar kalian?

Jika bunyi tersebut adalah sirine mobil ambulans maka yang terlintas di pikiran kita adalah ada orang sakit atau orang meninggal (jenazah).

Jika suara itu ternyata berasal dari sirine mobil polisi maka yang terlintas di benak kita adalah adanya pengawalan pejabat negara, atau pengawalan pelaku kejahatan atau hal lainnya.

Belom lagi sirine pada mobil pemadam kebakaran. Jadi, bunyi sirine identik dengan ambulans, polisi, dan damkar.

Bahkan ada benda-benda lain yang dibuat untuk hal lainnya seperti piring, mangkuk, penggorengan, gelas, dsb. Piring berfungsi untuk menampung makanan; gelas untuk wadah air minum; penggorengan untuk menggoreng atau memasak makanan; dan seterusnya.

Lalu,apa kaitannya benda-benda tersebut dengan bunyi?

Benda-benda tersebut dapat dijadikan sebagai alat penghasil bunyi atau suara jika dipukul. Ya pastilah. Karena pada pokoknya, benda apa saja bisa berbunyi saat dipukul atau dihantam benda lainnya.

Sebagai contoh: mobil tabrakan; buku jatuh; dan seterusnya.

Lalu, bagaimana dengan piring, gelas, mangkuk dan penggorengan? Ternyata, bunyi yang dihasilkan oleh benda-benda tersebut bisa dijadikan pesan yang berbeda.

Apa yang ada di benak kalian jika kalian mendengar suara piring dipukul pakai sendok? Pasti tukang ketoprak, bukan? Kalau suara piring berterbangan? Wah, yang ini beda lagi ya. Pastinya bukan UFO.

Suara mangkuk dipukul? Pastinya tukang bakso, mie ayam atau soto. Begitu juga dengan suara penggorengan dipukul yang identik dengan tukang nasi goreng.

Bunyi lonceng sapi ,,kloneng..kloneng..atau suara gelas dipukul sendok? Ting..ting… Wah pastinya tukang es ya.

Bagaimana kalau dengar bunyi klakson sepeda ..kring..kring ? Wah pastinya tukang siomay atau tukang pijit keliling nih (dulu, tukang pos).

Bunyi klakson mobil atau motor? Pesannya bisa beragam tergantung tempat dan kondisinya.

Bisa minta jalan atau marah (saat di jalan raya); bisa bermakna waktunya berangkat (saat menunggu); bisa bermakna sudah sampai rumah (minta dibukakan pintu gerbang); bisa bermakna menyapa saat berangkat kerja dan bertemu tetangga; dan sebagainya.

Bunyi memang unik dan bisa berfungsi sebagai beragam pesan. Alam pun memberi banyak sinyal pesan dengan segala jenis suara dan bunyi.

Bunyi halilintar pertanda hujan akan turun sama halnya saat katak berbunyi. Bunyi ayam jantan berkokok tanda fajar telah tiba.

Bunyi cicak di rumah pertanda ada orang di dalamnya (paling tidak orang itu kita sendiri karena kita yang mendengarnya..hehe).

Begitupun dengan suara manusia. Suara tawa identik dengan kelucuan, kebahagiaan atau keceriaan. Suara tangis identik dengan kesedihan.

Bisa juga bermakna sebaliknya karena keterharuan dan kebahagiaan yang luar biasa pun akan membuat kita meneteskan airmata atau menangis.

Bunyi petasan identik dengan acara hajatan, pesta malam tahun baru, dan malam takbiran. Bunyi terompet identik dengan malam tahun baru.

Bunyi beduk (sekarang sudah jarang digunakan) tanda waktunya sholat atau identik dengan malam takbiran. Bunyi suara azan magrib di bulan Ramadhan pertanda waktunya berbuka puasa.

Bunyi lonceng gereja adalah tanda panggilan bagi umat Katolik untuk berkumpul dan berdoa (beribadah) atau misa.

Itulah segala jenis bunyi dengan segala fungsinya. Unik ya? Kalau alat yang digunakan sama bisa-bisa terjadi benturan kepentingan dan repot nantinya.

Pernahkah kalian melihat ada seorang wanita sedang berjalan sendiri lalu disiulin (disuitin, whistled) sama cowok. Apa maknanya? Apakah si cowok suka atau hanya menggoda?

Bunyi siulan (mouth whistle) sebenarnya sudah digunakan sebagai alat komunikasi oleh suku-suku tertentu.

Sebagai contoh, di Kepulauan Canary ada suku yang telah bertahun-tahun berkomunikasi dengan bersiul yang dikenal dengan ‘Silbo’.

Konon Silbo berasal dari Afrika Utara yang dibawa ke sana dan lalu mendiami Kepulauan Canary untuk pertama kalinya.

Silbo adalah bahasa siulan (whistled language) sebagai alat komunikasi yang mampu membuat penggunanya berkomunikasi dari jarak jauh. Wiih.. keren ya. Gak perlu pakai hape donk. Hehe

Siapa yang mau belajar ‘Silbo”? Syaratnya mudah banget. Harus bisa bersiul. Karena gak semua bisa melakukannya. Apakah kalian bisa?

Akhir kata, demikian artikel kita hari ini. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan kita tentang bunyi. Tak lupa, salam sehat dan bahagia selalu.

Sebagai penutup, penulis mau kasih satu pertanyaan. Ada satu jenis bunyi yang paling tidak kita sukai dan membuat kita berusaha menghindari atau berlari menjauh sambil menutup hidung.

Bunyi apakah itu? Preett … preett. Kadang bisa tanpa suara dan lebih dasyat baunya.

Tiga jawaban yang benar dari lima puluh jawaban yang masuk akan diundi untuk mendapatkan masing-masing satu buah kamus Perbedaan antara American dengan British English. Tulis jawaban di kolom komentar.**

Artikel ini telah dibaca 121 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Akhiran S (Suffix S) dan Apostrophe (‘) S

28 March 2024 - 10:14 WIB

Akhiran S atau Suffix S dan Apostrophe S adalah dua hal yang perlu mendapatkan perhatian dari mereka yang belajar Bahasa Inggris.

Wajib Belajar Pendidikan Dasar: Kenapa Harus 6 dan Lalu 9 Tahun?

25 March 2024 - 15:34 WIB

Wajib Belajar Pendidikan Dasar merupakan program Pemerintah untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman di masa depan.

Haus dan Lapar: Thirsty and Hungry

6 March 2024 - 10:18 WIB

Pada bulan Ramadhan kaum muslimin di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa, yaitu menahan rasa haus dan lapar.

Juga

17 February 2024 - 06:47 WIB

Di dalam konteks kaidah Bahasa Indonesia, kata ‘juga’ bisa digunakan untuk menyatakan persetujuan baik dalam kalimat positif maupun negatif.

Word Order

16 February 2024 - 21:08 WIB

Word order secara harfiah adalah susunan (tatanan) kata. Susunan kata bisa mempengaruhi makna suatu kata majemuk, frasa atau bahkan kalimat.

Mumpung dan Aji Mumpung

24 January 2024 - 07:18 WIB

Kata ‘mumpung’ adalah kata keterangan dan sering dimajemukkan dengan kata ‘aji’, menjadi ‘aji mumpung’ yang berfungsi sebagai kata benda.
Trending di Pendidikan & Pengetahuan Umum