Menu

Mode Gelap
 

Collection · 1 Sep 2023 16:01 WIB ·

Dahulu Sahabat Pena, Kini Sahabat Media Sosial


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Unsplash/OlgaVilkha Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Unsplash/OlgaVilkha

Tulisanrakyat.com – Sebelum berkembangnya teknologi telepon selular, dahulu orang menjalin komunikasi dengan keluarga dan hubungan pertemanan dengan orang lain umumnya melalui surat-menyurat. Penulis masih ingat ketika tinggal di Pennsylvania, Amerika Serikat di awal tahun 1990an. Saat itu hubungan komunikasi dengan keluarga dan sahabat di Indonesia dilakukan melalui surat-menyurat.

Sebenarnya bisa juga melalui sambungan telepon khususnya dengan keluarga tetapi biayanya sangat mahal dan itu hanya dilakukan jika ada keadaan atau kondisi yang darurat dan penting.

Saat itu, jika pulang ke apartemen, cepat-cepat membuka kotak surat (mailbox) untuk mengecek apakah ada kiriman surat dari Indonesia terutama dari keluarga dan teman termasuk sahabat pena (penpals).

BACA JUGA: A True Friend or A False Friend: Mana yang Kalian Cari?

Membaca kiriman surat adalah momen yang asik dan menyenangkan. Terbayar seketika semua rasa kangen dengan keluarga.

Bahagia rasanya mendengar kabar dari penpals dan dapat berbagi cerita dengan mereka. Lalu, apa itu penpal alias sahabat pena?

Penpal (sahabat pena) adalah orang yang saling tukar-menukar surat dengan orang lain untuk berteman dengan seseorang yang belum pernah ia temui sebelumnya.

BACA JUGA: Cognate dan False Cognate: Apa bedanya?

Bagi mereka yang suka dengan korespondensi tentunya hal ini sangat menyenangkan karena mereka dapat berkomunikasi atau menjaliin hubungan pertemanan dengan orang lain dari berbegai daerah atau wilayah lain bahkan dari belahan bumi (negara) lainnya.

Bagi mereka menulis dan membaca surat dari teman seperti sebuah seni tersendiri. Hal ini juga dapat meningkatkan kemampuan bahasa kita terutama Bahasa Inggris. Sejak kapankah penpals ada?

Konon tren membuat sahabat pena dimulai pada tahun 1930an yaitu dengan dibentuknya perkumpulan Student Letter Exchange yang bertugas membantu kita menemukan sahabat pena yang cocok.

Cara itu dianggap sebagai cara terbaik untuk belajar tentang orang-orang dari berbagai negara dan budaya.

Mirip dengan mencari jodoh ya? Dulu di beberapa surat kabar kita ada kolom jodoh. Di kolom jodoh tersebut tercantum nama-nama mereka yang sedang mencari pasangan hidup dengan deskripsinya yang lengkap.

Jika ada yang tertarik, maka ia akan mengirim surat kepada yang bersangkutan seperti surat-menyurat dalam sahabat pena.

Bahkan di Amerika ada Hari Sahabat Pena yang diperingati setiap tanggal 1 Juni yang bertepatan dengan Hari Kelahiran Pancasila di Indonesia.

Saat ini, sahabat pena dapat ditemukan melalui komunitas online dan media sosial seperti Facebook dan Reddit bahkan via Instagram.

Penulis sendiri memiliki banyak teman sosmed (Facebook, Instagram) yang beberapa di antaranya belum pernah sama sekali penulis temui langsung secara fisik.

Kita kenal dan berteman di dunia maya. Mereka ada yang dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Pertemanan yang terjalin mungkin didasari atas beberapa hal seperti daya tarik, minat, hobi, atau profesi yang sama.

Tetapi kita harus hati-hati dan selektif karena persahabatan di dunia maya bisa beresiko. Sering terjadi penipuan jika kita kurang hati-hati.

Prinsipnya, melalui persahabatan online ini kita tetap bisa berbagi banyak hal seperti pengalaman dan informasi tentang budaya, agama, seni, dan bahasa.

Saat ini, sahabat pena dapat ditemukan melalui komunitas online dan media sosial seperti Facebook dan Reddit bahkan via Instagram.

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Boostlikes

Melalui sosial media seperti Facebook, kita bisa berteman dengan siapa saja. Kita bisa terhubung dengan teman-teman lama seperti teman sekolah, teman kuliah, teman lingkungan rumah saat kecil dulu, dan bahkan kita bisa terkoneksi dengan temannya teman dan teman-teman dari segala penjuru dunia.

Melalui Facebook, kita akan selalu ingat atau diingatkan dengan hari kelahiran semua teman-teman kita. Keren kan?

Uniknya lagi kita bisa saling berkomentar tentang sesuatu (postingan) tanpa harus saling mengenal. Justru sebaliknya, dari saling berkomentar akhirnya menjadi teman.

Di era sekarang ini melalui sosial media kita akan begitu mudah dan cepat menjelajah ke mana saja dalam mencari teman.

Tidak perlu menunggu waktu lama seperti melalui penpals dulu. Bedanya adalah sekarang kuantitas pertemanan bisa dilakukan dengan cepat tetapi tidak dengan kualitasnya.

Melalui penpals dulu kita cenderung memiliki kualitas hubungan personal yang lebih baik dan intensitas hubungannya begitu terasa.

Tidak hanya untuk menjalin petemanan saja tetapi juga bisa untuk berbisinis, berjualan, berbagi informasi, dll.

Berapa banyak teman Facebook kalian? Ribuankah? Teman penulis saja tidak sampai 1.000, hanya kurang lebih 700an orang. Masih kurangkah? Ada pepatah bilang: “Seribu teman kurang, satu musuh banyak”.

Wah ..ternyata, masih kurang ya. Intinya sebagai manusia kita membutuhkan orang lain sebagai teman. Teman sebagai tempat curhat, tempat berkeluh kesah, tempat berbagi suka duka.

Dalam berbagai pengalaman hidup diyatakan bahwa adanya teman akan mempermudah hidup, karena teman kita lah yang akan membantu kita saat kita mengalami kesusahan.

“A friend in need is just a friend indeed” = teman sejati adalah teman dalam duka.

Oleh karena itu carilah teman sebanyak mungkin. Tetaplah menjalin dan menjaga tali silahturahmi yang sudah ada agar rezeki kita tambah dan umur kita makin panjang. Aamiin.

Manusia adalah mahluk sosial maka sudah kodratnya selalu ingin bersosialisasi dengan orang lain. Selalu ingin berteman, bahkan sejak jaman para nabi, ke era Penpals (sahabat pena) hingga era Facebook saat ini.

Manakah yang lebih baik kualitasnya? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Tetaplah menjadi teman yang baik.**

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hijab Bukanlah Helm Tetapi Keduanya Sama-sama Penutup Kepala

5 April 2024 - 14:35 WIB

Hijab dan helm yang menjadi topik bahasan saya di artikel kali ini terkait dengan wanita pengendara motor.

Tidur Secukupnya: Life Is So Short

25 March 2024 - 09:42 WIB

Kesehatan tidur atau lebih dikenal dengan istilah sleep hygiene yang mengacu pada kebiasaan, perilaku dan faktor lingkungan yang sehat.

Tumben

21 March 2024 - 09:40 WIB

Menurut KBBI, ‘tumben’ bermakna (1) mula-mula sekali; (2) ganjil benar kali ini (tidak sebagai biasa atau menyalahi dugaan).

Bandel dan Nakal: Negatifkah Konotasinya?

15 March 2024 - 13:13 WIB

Secara umum, awalnya kata bandel dan nakal tersebut identik dengan perilaku anak-anak yang kurang baik seperti telah didefinisikan oleh KBBI.

Jaywalking, Zebra Cross, and Pelican Crossing

1 March 2024 - 10:05 WIB

Di negara seperti Amerika, Inggris, dan Korea Selatan jaywalking dianggap melanggar hukum dan bisa dikenakan sanksi, termasuk di Indonesia.

Nama Negara dan Kota Yang Disebut Berbeda di Dalam Bahasa Inggris dan Indonesia

29 February 2024 - 08:59 WIB

Ada cukup banyak nama tempat, kota dan negara di seluruh dunia yang ditulis atau dilafalkan secara berbeda oleh orang Inggris.
Trending di Collection