Menu

Mode Gelap
 

Life · 24 Jul 2023 12:05 WIB ·

‘Di Setiap Keluarga, Pasti Ada Satu Anak yang Proses Hidupnya Berat Banget’


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Instagram@najwashihab Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Instagram@najwashihab

Tulisanrakyat.com – Di setiap keluarga, pasti ada satu anak yang proses hidupnya berat banget. — Najwa Shihab

Jujur saja, secara pribadi saya setuju dengan pernyataan Najwa Shihab di atas. Mengapa saya setuju? Jawabannya tentu simpel saja. Hal ini didasari oleh pengalaman hidup saya sampai detik ini.

Dari keluarga saya sendiri ada. Kami dari sembilan bersaudara ada satu dari kami yang sedikit berbeda, yaitu anak nomor 5.

BACA JUGA: Otak dan Nutrisi Terbaik untuknya

Badannya agak kurang tinggi dan kulitnya agak gelap padahal yang lain rata-rata hampir sama tingginya dan berkulit cenderung lebih terang.

Mungkin hal ini terdengar seperti biasa-biasa saja ya tetapi tidak dengan kenyataannnya. Saya tidak akan membahas hal ini secara detil.

Contoh lainnya yaitu dari keluarga istri saya. Istri saya adalah enam bersaudara tetapi adiknya yang bungsu mengalami proses hidup yang berat.

BACA JUGA: Zoonosis Yang Ada di Sekitar Kita dan Perlu Kita Ketahui

Dia menderita kelumpuhan ketika masih berumur kurang lebih dua tahun akibat salah pengobatan. Tentu bagi orangtua dan keluarga menghadapi kenyataan seperti ini tentunya bukan hal yang mudah.

Masih dari keluarga saya sendiri, yaitu anak saya yang pertama. Dia didiagnosa menderita autisme. Tentu para pembaca tahu apa itu autisme.

Hal ini baru terdeteksi ketika anak kami sudah berumur enam tahun. Anak usia enam tahun umumnya sudah pandai berbicara tapi dia belum bisa mengucapkan satu kata pun.

Nanti di artikel berikutnya saya akan “share” atau berbagi pengalaman tentang penanganan dan pengobatan anak kami tersebut.

Di lingkungan tempat tinggal kami pun demikian. Hampir saya amati dan observasi secara tak langsung hampir di setiap keluarga ada salah satu dari anggota (anak)nya yang mengalami proses hidup yang berat.

Sebagai contoh, tetangga depan dan sebelah kiri kami. Wah jadi ngomongin orang nih. Dosa gak ya? Tapi ini fakta, fakta yang dapat mendukung apa yang dinyatakan oleh Najwa Shihab.

Kedua tetangga kami (tanpa menyebutkan namanya demi menjaga privasi) memiliki salah satu anak yang mengalami proses hidup yang bisa dikatakan cukup berat.

Malah salah satu di antaranya sudah berpulang.

Demikian juga salah satu anak dari Ketua RT kami yang mengalami ‘down syndrome’. Berat tentunya.

Tak hanya bagi keluarga tetapi juga untuk masa depan anak tersebut. Kalau mau didata mungkin cukup banyak juga.

Begitu juga dengan kolega saya di kantor lama. Ada beberapa keluarga dari teman saya yang memiliki anak yang sama persis dengan kondisi anak saya yang pertama, yaitu penyandang autisme.

Dan masih banyak contoh-contoh keluarga lainnya.

Menurut analisa saya, secara kasuistis beda-beda permasalahan dari masing-masing keluarga. Ada anggota keluarga yang mengalami kekurangan fisik (cacat, disabilitas, tuna rungu, tuna wicara, dsb).

Ada yang mengalami gangguan mental. Ada juga yang mengalami kekurangan daya intelektualnya.

Lalu, apa sebenarnya yang menjadi penyebabnya? Apakah ini sudah menjadi fenomena umum? Apakah ini bagian dari berbagai cobaan hidup? Wallahualam. Hanya Tuhan lah yang tahu.

Sampai detik ini belum ada penelitian khusus secara ilmiah atau medis untuk mendeteksi atau mengidentifikasi kenapa bisa seperti itu.

Yang jelas,Tuhan itu Maha Adil dan Maha Penyayang. Ada pesan tersirat dari Tuhan. Ada hikmah di balik semua itu. Kenapa?

Karena agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih kuat, baik secara fisik, mental, dan iman. Agar kita selalu tetap bersyukur kepada Tuhan bahwa kita harus menerima apa pun yang telah Tuhan berikan kepada kita.

Agar kita tahu bahwa tak ada manusia yang sempurna di dunia ini (nobody’s perfect).

Setiap orang memiliki kelemahan dan kelebihan sehingga kita semua anggota keluarga tetap saling mendukung, menyayangi, dan mengisi kekurangan dengan kelebihan satu sama lainnya.

Karena pada saat kita sedih atau mengalami hal yang tak menyenangkan, hanya keluarga kita sendiri yang selalu berada di sisi kita (mendampingi, menguatkan) dan tak pernah meninggalkan kita.

Demikian artikel kita hari ini. Tetap semangat dan selalu tetap bersyukur.**

Artikel ini telah dibaca 297 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Uang Tidak Kenal Saudara dan Bisa Mengubah Karakter Seseorang, Benarkah?

28 December 2023 - 17:41 WIB

Hidup itu akan jauh lebih tenang tanpa utang, bukan tanpa uang. Artinya, punya uang tetapi banyak utang enggak akan membuat kita bahagia.

Kesetiaan: Mana Yang Lebih Setia Kepada Manusia, Anjing atau Kucing?

11 October 2023 - 09:54 WIB

‘Kesetiaan’ itu memang ‘mahal’ walaupun kadang harus dibayar dengan ‘pengorbanan’. Mari kita belajar untuk ‘tetap setia’.

Pillow Talk: Agar Hubungan Suami dan Istri Langgeng

25 September 2023 - 09:54 WIB

Temukan cara yang paling sesuai dengan Anda dan pasangan Anda untuk menjadikan Pillow Talk sebagai rutinitas yang memperkaya hubungan Anda.

Love Scam: Bahaya Cinta Palsu yang Ditebar di Media Sosial

15 September 2023 - 08:45 WIB

Love scam adalah ancaman serius di dunia digital saat ini. Penting bagi kita semua untuk menjadi lebih waspada dan berhati-hati.

Menahan Rasa Suka pada Seseorang = Menahan Rasa Ingin Kentut

12 August 2023 - 13:51 WIB

Menahan diri untuk tidak mengungkapkan perasaan suka atau menahan rasa ingin kentut sebenarnya adalah tindakan menghormati batasan.

Hari Bermalas-Malasan: 10 Lagu yang Cocok Temani Kamu pada Lazy Day

10 August 2023 - 19:19 WIB

Jadi, pilihlah lagu favoritmu yang membuat kamu menikmati hari bermalas-malasan dan momen istirahatmu dengan penuh kenyamanan.
Trending di Life