Menu

Mode Gelap
 

Collection · 17 Aug 2023 11:14 WIB ·

Dulu Ada Yang Chil Seong, Kini Ada Shin Tae Yong


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/AGSI/Transfermarkt Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/AGSI/Transfermarkt

Tulisanrakyat.com – Siapa yang tak kenal Shin Tae Yong alias STY apalagi bagi para pendukung timnas sepakbola Indonesia? Tetapi kalau ditanya apakah kalian mengenal Yang Chil Seong (양칠성)?

Yang Chil Seong juga asal Korea. Mungkin tidak banyak dari kita yang mengenal sosok pahlawan yang satu ini. Pahlawan kita asal Korea? Kok bisa?

Tidak bermaksud membandingkan antara Yang Chil Seong dengan Shin Tae Yong. Keduanya adalah sosok pribadi yang berbeda walaupun sama-sama berasal dari Korea dan jasa keduanya pun sangat berbeda.

BACA JUGA: Dari Namanya Kita Tahu Rasanya dan dari Rasanya Jadi Namanya

Melalui artikel ini khususnya di HUT Kemerdekaan Indonesia, penulis hanya ingin menampilkan kembali sosok Yang Chil Seong yang kurang begitu dikenal di Indonesia.

Maunya sih dia lebih dikenal lagi seperti terkenalnya Shin Tae Yong saat ini. Siapa sebenarnya Yang Chil Seong?

Yang Chil Seong yang dikenal dengan nama Indonesianya Komarudin adalah pahlawan Garut asal Korea. Yang Chil Seong lahir pada 29 Mei 1919 di Kabupaten Wanju, Provinsi Jeolla, Korea Selatan.

BACA JUGA: Kata ‘Man’: Maknanya Secara Umum, Secara Khusus, dan Lainnya

Kok bisa sampai ke Garut dan jadi pahlawan di sana? Konon, begini lah ceritanya. Pada awalnya dia ditugaskan oleh Pemerintah Kolonial Jepang sebagai penjaga tahanan tentara sekutu di Bandung pada tahun 1942.

Saat itu baik Korea dan Indonesia sama-sama sedang dijajah oleh Jepang.

Sebagai negara jajahan Jepang banyak pemuda dari Korea yang direkrut paksa menjadi tentara Jepang lalu ditugaskan ke negara-negara jajahan Jepang di kawasan Asia Tenggara dan salah satunya adalah ke Indonesia.

Yang Chil Seong adalah salah satu nama dari ribuan pemuda Korea yang masuk ke dalam daftar tentara yang akan dikirim oleh penjajah Jepang ke Indonesia.

Sebelum dikirim ke Indonesia semua tentara Jepang yang berkewarganegaraan Korea diganti namanya dengan nama Jepang. Nama Korea Yang Chil Seong (양칠성) diganti jadi nama Jepang Shichisei Yanagawa (梁川七星).

Pinter juga ya Jepang biar mereka yang berasal dari Korea disangka orang/tentara Jepang asli. Karena jujur saja, agak sulit membedakan mana orang Jepang dan Korea kecuali saat berbicara.

Bahasa menunjukkan bangsa, bukan? Penulis juga pernah berkunjung kedua negara Asia Timur ini.

Di Indonesia Yang Chil Seong memperoleh nama baru yaitu Komarudin setelah dia memutuskan untuk memeluk agama Islam.

Dan bahkan setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Komarudin tidak mau kembali ke negara asalnya, Korea.

Dia malah ikut bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia di Garut dan ikut bergerilya saat tentara Belanda kembali melancarkan agresi militernya.

Saat itu Komarudin ikut berjuang secara bergerilya bersama pejuang Indonesia dalam kelompok yang dinamakan “Pasukan Pangeran Papak” pimpinan Mayor Kosasih yang bermarkas di Garut.

Banyak aksi heroik yang ditunjukkan oleh Komarudin dalam ikut berperang merebut kemerdekaan Indonesia di wilayah Garut.

Salah satu contohnya adalah Komarudin tercatat pernah menggagalkan upaya Belanda merebut Wanaraja dengan meledakkan dan menghancurkan jembatan Cimanuk.

Konon, menurut para saksi yang masih hidup Komarudin adalah ahli pembuat bahan peledak.

Karena kekuatan pasukan Belanda yang terlalu besar pada waktu itu akhirnya membuat Pasukan Pangeran Papak mundur.

Komarudin terus dikejar oleh pasukan Belanda karena dianggap penjahat perang (tentara asing yang membela Indonesia).

Akhirnya, Komarudin tertangkap oleh Belanda dan dieksekusi pada 10 Agustus 1949. Lalu, jasadnya dimakamkan di TPU Pasir Pogor dan pada tahun 1975 dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Tenjolaya, Garut.

Komarudin gugur sebagai pejuang yang membela negara tercinta Indonesia.

Akhirnya, pada tahun 1995 Pemerintah Indonesia dan perwakilan Korea Selatan mengadakan upacara penggantian batu nisan Komarudin secara militer.

Sejak saat itu, Komarudin alias Yang Chil Seong dianggap sebagai salah satu tokoh pejuang yang berjasa bagi kermerdekaan Indonesia.

Artikel pendek ini hanya cerita ulang dari sekian banyak cerita tentang sosok Komarudin yang mungkin banyak dari kita yang tidak tahu siapa dia. Tentunya agar kita semua tahu sejarah dan perjuangan para pahlawan kita.

Ternyata dari sekian banyak pahlawan, ada yang berasal dari negara lain yang rela mati demi ibu pertiwi. Mungkin saja tidak hanya dari Korea.

Mungkin ada yang berasal dari negara lain misalkan dari Arab dan Cina, karena etnis Tionghoa dan Arab begitu banyak di Indonesia tetapi tidak tercatat dalam sejarah. Who knows?

Dari sosok Komarudin lah kita banyak belajar bahwa kemerdekaan itu adalah segala bangsa, bangsa apa pun termasuk orang Korea yang ikut berjuang demi kemerdekaan dunia khususnya Indonesia termasuk Korea.

Hal ini pun telah diatur di dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.

Akhir kata, selamat HUT Kemerdekaan RI yang ke 78. Sekali Merdeka, Tetap Merdeka.**

[Referensi: Dikumpulkan dari berbagai sumber].

 

Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hijab Bukanlah Helm Tetapi Keduanya Sama-sama Penutup Kepala

5 April 2024 - 14:35 WIB

Hijab dan helm yang menjadi topik bahasan saya di artikel kali ini terkait dengan wanita pengendara motor.

Tidur Secukupnya: Life Is So Short

25 March 2024 - 09:42 WIB

Kesehatan tidur atau lebih dikenal dengan istilah sleep hygiene yang mengacu pada kebiasaan, perilaku dan faktor lingkungan yang sehat.

Tumben

21 March 2024 - 09:40 WIB

Menurut KBBI, ‘tumben’ bermakna (1) mula-mula sekali; (2) ganjil benar kali ini (tidak sebagai biasa atau menyalahi dugaan).

Bandel dan Nakal: Negatifkah Konotasinya?

15 March 2024 - 13:13 WIB

Secara umum, awalnya kata bandel dan nakal tersebut identik dengan perilaku anak-anak yang kurang baik seperti telah didefinisikan oleh KBBI.

Jaywalking, Zebra Cross, and Pelican Crossing

1 March 2024 - 10:05 WIB

Di negara seperti Amerika, Inggris, dan Korea Selatan jaywalking dianggap melanggar hukum dan bisa dikenakan sanksi, termasuk di Indonesia.

Nama Negara dan Kota Yang Disebut Berbeda di Dalam Bahasa Inggris dan Indonesia

29 February 2024 - 08:59 WIB

Ada cukup banyak nama tempat, kota dan negara di seluruh dunia yang ditulis atau dilafalkan secara berbeda oleh orang Inggris.
Trending di Collection