Menu

Mode Gelap
 

Collection · 15 Oct 2023 14:30 WIB ·

Jalan Kecuali, Polisi Tidur, dan Penutupan Jalan


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik/Wirestock Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik/Wirestock

Tulisanrakyat.com – Ada tiga hal yang sering kali bikin para pengendara, baik pengendara motor maupun pengendara mobil, kesal hati dan jengkel, yaitu:

1. Jalan kecuali
2. Polisi tidur
3. Penutupan jalan

1. Jalan kecuali
Mungkin cuma di Indonesia kali ya, yang ada rambu seperti di atas, yaitu larangan lewat kecuali pada jam dan hari tertentu saja.

BACA JUGA: Age Is Just a Number

‘Jalan kecuali’ dapat kita jumpai di banyak sudut jalan di kota Jakarta, seperti contohnya, di jalan Gedung Hijau Raya ke arah Deplu Raya di perempatan rambu lalu lintas antara jalan Gedung Hijau Raya dengan jalan Ciputat Raya di Pondok Pinang.

Jalur dari jalan Gedung Hijau Raya menuju jalan Deplu Raya tidak boleh dilalui pada jam kerja mulai dari pukul 06-09 pagi kecuali hari libur.

Jalurnya dibuat satu arah (kebalikkannya) dari jalan Deplu Raya menuju jalan Gedung Hijau Raya dan jalan Ciputat Raya.

BACA JUGA: Beda Bangsa, Beda Budaya, Beda Bahasa, Beda Falsafah, dan Beda Pula Istilahnya

Tujuan rekayasa ‘jalan kecuali’ untuk mengurangi kepadatan lalu lintas saat jam berangkat kerja para pengendara dari wilayah Bintaro, Rempoa dan sekitarnya.

Contoh lainnya: Jalan menuju Starbucks Pakubuwono di pertigaan jalan Pakubuwono VI pengendara harus belok ke kiri dan tidak boleh lurus melalui jalan Pakubuwono VI ke arah jalan Sisingamangaraja terutama pada jam pulang kerja antara pukul 03 sore hingga pukul 08 malam.

Diberlakukan jalur satu arah dari jalan Hang Tuah Raya menuju arah jalan Pakubuwono VI menuju jalan Hang Lekir 2 atau ke jalan Bumi.

Kalau kita kurang jeli dalam memperhatikan marka-marka jalan tersebut maka kita bisa kena tilang (E-tilang). Rekayasa marka jalan seperti itu memang sangat membantu mengurangi kemacetan lalu lintas baik di saat berangkat maupun pulang kerja atau jam-jam sibuk (rush hours).

Cuma mungkin hal ini jadi hal yang unik dan menarik bagi orang asing yang baru pertama kali berkendara di jalan-jalan Jakarta.

Seingat dan setahu penulis, tidak ada marka ‘jalan kecuali’ di luar negeri seperti di Amerika dan Korea Selatan (berdasarkan pengalaman penulis saat tinggal di sana). Gak tahu kalau sekarang ya…

2. Polisi tidur

Rekayasa marka jalan memang sangat membantu mengurangi kemacetan lalu lintas baik di saat berangkat maupun pulang kerja.

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik/Aopsan

Yang kedua adalah ‘polisi tidur’. Begitu banyak polisi tidur dapat kita jumpai di jalan-jalan atau gang-gang perumahan, terutama untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan akibat kencangnya laju kendaraan karena banyak orangtua yang melintas atau anak-anak yang sedang bermain di sekitar jalan atau gang tersebut.

Umumnya di lokasi padat penduduk. Seperti kita semua tahu bahwa ‘polisi tidur’ dibuat agar mampu menghambat atau memperlambat laju atau kecepatan kendaraan yang melintas.

Cuma seringkali kita jumpai jarak antara polisi tidur yang satu dengan polisi tidur lainnya terlalu dekat. Di satu sisi, hal ini tentunya sangat baik karena dapat menghambat kencangnya laju kendaraan yang melintas tetapi di sisi lain, banyaknya keberadaan polisi tidur juga dapat mengganggu dan bahkan menjadikan pengendara merasa tak nyaman.

Bahkan dapat merusak kendaraan. Bukan hanya karena jaraknya yang terlalu dekat antara satu polisi tidur yang satu dengan yang lain tetapi juga ukuran (besar dan ketinggian polisi tidur) kadang terlalu besar atau tidak sesuai standar yang disyaratkan dan ditentukan.

Hal ini telah diatur di dalam Permenhub No 14 Tahun 2021 tentang perubahan atas Permenhub No 82 Tahun 2018 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pengguna Jalan.

Hal-hal yang diatur dalam pembuatan ‘polisi tidur’ ini meliputi ketinggiannya, lebar total, hingga kelandaian paling tinggi, serta kombinasi warnanya (agar tetap terlihat saat di malam hari).

3. Penutupan jalan

Rekayasa marka jalan memang sangat membantu mengurangi kemacetan lalu lintas baik di saat berangkat maupun pulang kerja.

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik/3dimages

Hal ketiga yang seringkali membuat para pengendara agak jengkel atau kesal apalagi saat sedang mengejar waktu agar sampai di tempat tujuan tepat waktu adalah adanya penutupan jalan.

Tentunya, pengendara harus putar balik atau cari jalan alternatif. Yang membuat jengkel pengendara jika jalan alternatif yang harus ditempuhnya lebih jauh dan macet. Penulis sendiri pernah mengalami hal seperti ini beberapa kali.

Penutupan jalan kadang tak terduga sifatya apalagi untuk jalan-jalan kecil (gang) di sekitar perumahan. Penutupan biasanya dilakukan karena adanya kematian warga setempat, acara pernikahan, dan acara tujuhbelasan.

Untuk yang terakhir, mudah diprediksi terutama saat perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Banyak area jalan yang ditutup sementara untuk kegiatan lomba, acara panggung dan pentas pertunjukan tujuhbelasan.

Sedangkan penutupan jalan di jalan-jalan protokol seperti di area jalan MH Thamrin, Sudirman atau bahkan di jalan Merdeka Barat dan Selatan sekitar Istana Presiden dan Monas biasanya karena ada kegiatan-kegiatan besar dan penting seperti aksi demo, dan upacara resmi di Istana Presiden.

Penutupan jalan sementara seringkali dilakukan karena untuk kepentingan umum seperti proyek pembangunan jalan atau jembatan.

Ditambah hal ke4 yaitu ‘kemacetan’ alias ‘traffic jam’. Kemacetan adalah hal biasa di Jakarta dan sekitarnya, terutama saat berangkat dan pulang kerja.

Ada yang bilang, kalau mau jadi ‘orang sabar’, tinggallah di Jakarta dan berkendaralah di jalan-jalan Jakarta. Semoga kita jadi orang yang sabar ya, aamiin.**

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hijab Bukanlah Helm Tetapi Keduanya Sama-sama Penutup Kepala

5 April 2024 - 14:35 WIB

Hijab dan helm yang menjadi topik bahasan saya di artikel kali ini terkait dengan wanita pengendara motor.

Tidur Secukupnya: Life Is So Short

25 March 2024 - 09:42 WIB

Kesehatan tidur atau lebih dikenal dengan istilah sleep hygiene yang mengacu pada kebiasaan, perilaku dan faktor lingkungan yang sehat.

Tumben

21 March 2024 - 09:40 WIB

Menurut KBBI, ‘tumben’ bermakna (1) mula-mula sekali; (2) ganjil benar kali ini (tidak sebagai biasa atau menyalahi dugaan).

Bandel dan Nakal: Negatifkah Konotasinya?

15 March 2024 - 13:13 WIB

Secara umum, awalnya kata bandel dan nakal tersebut identik dengan perilaku anak-anak yang kurang baik seperti telah didefinisikan oleh KBBI.

Jaywalking, Zebra Cross, and Pelican Crossing

1 March 2024 - 10:05 WIB

Di negara seperti Amerika, Inggris, dan Korea Selatan jaywalking dianggap melanggar hukum dan bisa dikenakan sanksi, termasuk di Indonesia.

Nama Negara dan Kota Yang Disebut Berbeda di Dalam Bahasa Inggris dan Indonesia

29 February 2024 - 08:59 WIB

Ada cukup banyak nama tempat, kota dan negara di seluruh dunia yang ditulis atau dilafalkan secara berbeda oleh orang Inggris.
Trending di Collection