Menu

Mode Gelap
 

Collection · 26 Oct 2023 07:38 WIB ·

Jantan yang Unik


 Sumber Fgto: Tulisanrakyat.com/AgusNantoro Perbesar

Sumber Fgto: Tulisanrakyat.com/AgusNantoro

Tulisanrakyat.com – Makna kata ‘jantan’ (nomina, kata benda) menurut KBBI adalah
(1) yang berjenis kelamin laki-laki (hanya untuk binatang dan tumbuh-tumbuhan) seperti ayam jantan, kuda jantan, bunga jantan, papaya jantan; di beberapa daerah dipakai juga untuk manusia;
(2) kiasan gagah dan berani: siapa yang jantan turunlah!;
(3) kiasan (tentang benda) dianggap berjenis laki-laki (yaitu: besar, lancip, panjang, dan sebagainya): busut jantan, embun jantan, kasau jantan, paket jantan.

Dari definisi di atas, maka jelaslah bahwa ‘jantan’ itu gagah, berani, dan berjenis kelamin laki-kali. Pasangan si jantan adalah si betina.

BACA JUGA: Jalan Kecuali, Polisi Tidur, dan Penutupan Jalan

Kalau kita bicara keluarga ayam, maka ada ayam jantan (ayahnya), ayam betina (ibunya) dan anak ayam (anaknya). Anak ayam muncul karena telur yang menetas sedangkan telur berasal dari ayam betina yang dikawini oleh ayam jantan.

Tetapi ‘jantan’ tidak selalu identik dengan ‘dominasi’ dan ‘keperkasaan’ atau ‘keberanian’. Bahkan ada jantan yang lemah lembut dan bisa hamil hingga melahirkan. Kok bisa?

Apakah karena operasi kelamin? Eeh..tunggu dulu. Jangan negatif dulu ya. Ini bukan LGBT atau sejenisnya.

Ini fakta dan penjelasannya. Berikut ini adalah jantan-jantan yang mempunyai keunikan, perbedaan dan fungsi khusus, tetapi sangat penyayang dan bertanggungjawab meski ada juga yang cuek:

BACA JUGA: Age Is Just a Number

1. Jantan yang hamil dan melahirkan
Ternyata pada kuda laut, yang hamil dan melahirkan bukanlah si betina melainkan si jantan. Ini tentunya merupakan proses berkembangbiak yang unik karena secara umum hampir seluruh spesies hewan yang hamil dan melahirkan adalah si betina.

Lalu muncul pertanyaan, kenapa si jantan yang hamil dan melahirkan? Dilansir dari laman Animals Mom, salah satu teori tentang kenapa kuda laut jantan hamil adalah bahwa hal ini memberi kemampuan kepada induk kuda laut untuk menghasikan lebih banyak bayi dengan cepat.

Tugas betina hanya menyimpan semua telurnya di dalam kantungnya saat mereka kawin, jadi dia membutuhkan waktu untuk menghasilkan lebih banyak telur.

Maka kuda laut jantan lah yang menerima telur-telur itu dan menjadikannya hamil. Wow…a good male…hehe.

2. Jantan yang mengerami telurnya
Ternyata, pada penguin, yang mengerami telurnya adalah penguin jantan. Penguin jantan akan mengerami telur-telur itu jauh dari pantai atau kurang lebih 60 kilometer dari pinggiran laut.

Kenapa si jantan yang mengerami telurnya? Karena penguin betina bertelur pada musim dingin dan makanan menjadi begitu sulit didapat sehingga penguin betina harus pergi mencari makanan dan sementara telurnya dititipkan pada si jantan untuk dierami.

Oh gitu. Masuk akal sih. Kerjasama yang luar biasa. Kenapa gak bapaknya (jantan) aja yang cari makanan ya?

3. Jantan dan betina sama-sama mengerami telurnya
Beda dengan penguin, burung unta betina dan jantan sama-sama berbagi tugas untuk mengerami telurnya. Burung unta betina mengerami telurnya di siang hari sedangkan si jantan mengerami telurnya di malam hari.

Waah…tugas piket seperti tugas di TNI-Polri ya.

Kenapa saat mengerami telurnya harus berbeda waktunya? Dilansir dari laman Wikipedia, hal ini disebabkan oleh perbedaan warna kedua jenis kelamin burung unta tersebut untuk menghindari sarang telurnya dideteksi dan diserang oleh hewan predator.

Warna betina yang kusam mirip dengan warna pasir sementara warna jantan yang hitam hampir tak terdeteksi di malam hari. Wow … luar biasa.

4. Jantan yang cuek dan tak pernah jalan bersama anak-anaknya
Ketika kecil dulu, kita semua pasti pernah diajak pergi jalan-jalan sama orangtua kita, baik ibu atau ayah kita, tetapi tidak dengan ayam.

Pernahkan kalian melihat anak-anak ayam berjalan bersama induk jantannya (ayahnya)? Pasti belum pernah ya. Kenapa ya? Kok bapaknya terkesan cuek banget dan egois ya? Mungkin bapaknya lebih suka nongkrong-nongkrong ya…

Dilansir dari laman Berita Terkini, hal itu terjadi karena anak-anak ayam mengganggap bahwa hal pertama yang dilihatnya saat lahir ke dunia ini (baca: menetas) merupakan induknya yaitu ayam betina.

Hal itulah yang menjadi penyebab kenapa anak-anak ayam selalu mengikuti induknya (betina) ke mana pun mereka pergi.

Pembuktian yang masuk akal dan ilmiah karena tidak hanya ayam, melainkan semua jenis unggas (burung), akan menganggap apa yang dilihat untuk pertama kalinya saat mereka menetas merupakan induknya.

Peristiwa ini disebut ‘imprinting’.

5. Jantan yang selalu merawat anak-anaknya
Gorila adalah hewan yang secara fisik terlihat begitu menyeramkan karena mirip kingkong dan ternyata merupakan hewan penyayang terutama gorilla jantan.

Secara rutin, gorila jantan akan menghabiskan waktunya bersama anak-anaknya yang baru lepas dari ibunya dengan mengajaknya bermain, menggendongnya, hingga membiarkan anak-anaknya itu tidur di sarang bersamanya. Wow… he’s really a good, caring father.

6. Jantan yang bertanggungjawab melatih anak-anaknya mandiri
Secara umum, hewan-hewan predator seperti big cats (singa, citah, harimau, dsb) sang betina lah yang seringkali mengasuh dan mencari makanan untuk anak-anaknya.

Singa betina seringkali pergi meninggalkan anak-anaknya di sarangnya untuk pergi berburu mencari makanan. Sedangkan singa jantan hanya tidur-tiduran menunggu hasil buruan sang betina. Tetapi tidak dengan rubah merah (red fox).

Dilansir dari laman Bobo.id, anak-anak rubah merah yang baru lahir akan bersarang dan berlindung bersama ayah dan ibu mereka. Mereka berdua bahu-membahu merawat anak-anaknya selama 3 bulan.

Tetapi memasuki minggu-minggu terakhir di bulan ketiga, anak rubah mulai dipersiapkan untuk berpetualang di alam liar.

Siapakah yang akan mendidiknya? Ayah atau ibunya? Ternyata, sang ayah yang bertanggungjawab untuk melatih anak-anaknya berburu. Wow…a brave and responsible father.

Penulis sangat bersyukur kepada Tuhan karena tidak diciptakan menjadi kuda laut jantan. Akhir kata, semoga kita semua bisa mengambil contoh yang baik dari hewan-hewan di atas ya, terutama untuk bapak-bapak.

Semoga kita bisa menjadi ayah yang baik untuk anak-anak kita dengan mampu membesarkan, menjaga dan membuatnya menjadi anak-anak yang soleh dan berbakti kepada orangtua, bangsa dan negara serta mampu mandiri untuk masa depannya nanti. Aamiin. Tetapi, jangan bersikap cuek bebek seperti ayahnya bebek…eeh ayam…hehe.**

[Referensi: Diambil dan dikumpulkan dari berbagai sumber]

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hijab Bukanlah Helm Tetapi Keduanya Sama-sama Penutup Kepala

5 April 2024 - 14:35 WIB

Hijab dan helm yang menjadi topik bahasan saya di artikel kali ini terkait dengan wanita pengendara motor.

Tidur Secukupnya: Life Is So Short

25 March 2024 - 09:42 WIB

Kesehatan tidur atau lebih dikenal dengan istilah sleep hygiene yang mengacu pada kebiasaan, perilaku dan faktor lingkungan yang sehat.

Tumben

21 March 2024 - 09:40 WIB

Menurut KBBI, ‘tumben’ bermakna (1) mula-mula sekali; (2) ganjil benar kali ini (tidak sebagai biasa atau menyalahi dugaan).

Bandel dan Nakal: Negatifkah Konotasinya?

15 March 2024 - 13:13 WIB

Secara umum, awalnya kata bandel dan nakal tersebut identik dengan perilaku anak-anak yang kurang baik seperti telah didefinisikan oleh KBBI.

Jaywalking, Zebra Cross, and Pelican Crossing

1 March 2024 - 10:05 WIB

Di negara seperti Amerika, Inggris, dan Korea Selatan jaywalking dianggap melanggar hukum dan bisa dikenakan sanksi, termasuk di Indonesia.

Nama Negara dan Kota Yang Disebut Berbeda di Dalam Bahasa Inggris dan Indonesia

29 February 2024 - 08:59 WIB

Ada cukup banyak nama tempat, kota dan negara di seluruh dunia yang ditulis atau dilafalkan secara berbeda oleh orang Inggris.
Trending di Collection