Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan & Pengetahuan Umum · 19 Jan 2024 08:42 WIB ·

Kata Ganti, Nama dalam Silsilah Keluarga, dan Nama Orang Sebagai Subjek dan Objek Kalimat dalam Bahasa Inggris dan Indonesia


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik

Tulisanrakyat.com – Beda bangsa, beda budaya dan beda pula bahasanya. Di artikel kita kali ini, kita akan membahas antara Bahasa Indonesia dan Inggris tentang penggunaan kata ganti orang (personal pronouns), nama dalam silsilah keluarga (ayah, ibu, kakek, nenek, om, tante, kakak, adik, dan seterusnya) dan nama orang (proper names) sebagai subjek dan objek suatu kalimat.

Sebelum membahas lebih jauh tentang tema tersebut, apakah kalian semua sudah tahu apa yang dimaksud dengan silsilah keluarga? Pastinya sudah tahu ya.

Silsilah keluarga yang dalam Bahasa Inggris disebut ‘family tree’ adalah suatu bagan tentang asal-usul sebuah keluarga atau catatan yang menggambarkan hubungan keluarga sampai ke beberapa generasi.

BACA JUGA: Kata Every: Diikuti dengan Kata Benda Tunggal atau Jamak?

Berikut adalah contoh bagan (skema) tentang silsilah keluarga dari tiga generasi.

Lalu, apa yang dimaksud dengan ‘kata ganti orang’? Kata ganti orang dalam bahasa Inggris disebut personal pronouns adalah kata yang merujuk pada seseorang pribadi (orang), atau pembicara. Lihat daftar kata ganti orang di bawah ini.

Bahasa InggrisBahasa Indonesia
(berubah)(sama)
SubjekObjekSubjek/objek
Imeaku, saya
youyoukamu, anda
theythemmereka
weuskita, kami
hehimdia (laki-laki)
sheherdia (perempuan)
itititu, ini (benda)

Lalu, apa hubungan antara ‘kata ganti orang’ dengan ‘nama-nama dalam silsilah keluarga’?

Di dalam kaidah Bahasa Indonesia, nama-nama dalam istilah keluarga dapat digunakan sebagai subjek dan objek menggantikan kata ganti orang pertama tunggal dan jamak (saya, kita, kami, I, me, we, us) dan kata ganti orang kedua tunggal atau jamak (kamu, kalian, you) tetapi tidak dalam Bahasa Inggris.

BACA JUGA: Vocabulary, Pronunciation, dan Grammar: 3 Aspek Penting dalam Percakapan Bahasa Inggris

Lihat empat contoh dialog di bawah ini antara anggota keluarga dan perhatikan perbedaan penggunaan kata ganti orang yang digunakan antara Bahasa Inggris dan Indonesia.

Dialog 1 (ibu dan anak perempuannya)

Linda: “Mom, did you see my white socks?” (Ma, mama lihat kaus kaki putihku gak?)

Mom: “Yesterday I washed them”. (Mama cuci kemaren).

Linda: “Did you put them in my closet?” (Apakah mama taruh di lemariku?)

Mom: “I did”. (Ya)

Linda: “Thank you, mom!” (Makasih, ma!)

Dialog 2 (kakak beradik)

Kinski: Can you help me, sis? Can you put this bag into my car? (Bisa bantu kakak gak, de? Bisa taruh tas ini ke dalam mobil kakak?)

Elva: Ok, I will … sis (Ya, kak)

Kinski: And don’t forget to put my clothes too. (Dan jangan lupa taruh baju kakak juga)

Dialog 3 (nenek dengan cucunya)

Grandma: “I love you so much”.  (Nenek sayang banget sama kamu.”)

Grandson: “I love you too.” (Aku juga sayang nenek).

Dialog 4 (paman dengan keponakannya)

Uncle Eddie: “Where have you been? I am so worried about you.”

(Om Eddie: “Kamu kemana aja? Om sangat mengkhawatirkanmu”.)

Niece: “I was buying some soft drinks for you

(Keponakan: “Aku tadi lagi beli soft drinks untuk om).

Dari empat dialog di atas, jelas terdapat perbedaan yang mencolok antara Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris.

Di dalam kaidah Bahasa Indonesia, nama-nama dalam silsilah keluarga seperti ayah, ibu, kakak, adik, paman (om), bibi (tante), dan seterusnya bisa dipakai untuk menggantikan kata ganti orang pertama tunggal (saya); kata ganti orang kedua (kamu) dan kata ganti orang pertama jamak (kami, kita), tergantung pada siapa yang mengucapkannya.

Berbeda dengan Bahasa Inggris. Mereka tetap menggunakan kata ganti orang untuk mendeskripsikan dan menyebutkan jati dirinya sebagai pembicara.

Hal ini tentunya sangatlah krusial ketika kita ingin menterjemahkan suatu cerita atau dialog dalam film dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia atau sebaliknya.

Di dalam kaidah percakapan Bahasa Indonesia sehari-hari sangatlah aneh dan terdengar lucu jika seorang ayah berbicara ke anaknya dengan menggunakan kata ganti orang ‘saya’ atau ‘aku’ (I, me) atau sebaliknya anak ke ayahnya dengan menggunakan kata ganti orang ‘kamu’ (you).

Misalnya, tanya anak kepada ayahnya: “Ayah masih peduli sama aku kan?” bukan “Kamu masih peduli sama aku kan?”. Walaupun konteks Bahasa Inggrisnya tetap sama yaitu “Do you still care for me?”.

Jika yang digunakan kalimat kedua “Kamu masih peduli sama aku, kan?” Kalimat tanya itu di dalam kaidah Bahasa Indonesia memiliki konteks hubungan yang berbeda, seperti hubungan antara teman atau sepasang kekasih bukan hubungan antara ayah dengan anak.

Begitu halnya dengan dialog antara guru dan siswanya akan dianggap tak sopan, kurang etis atau dianggap tidak menghormati gurunya jika seorang siswa menyapa atau bertanya kepada gurunya dengan menggunakan kata ‘kamu’ (you).

Misalkan, “Saya belum mengerti, pak. Bisa tolong kamu jelaskan kembali?” (I don’t understand, sir. Can you please explain it again?). Maka, kalimat tanya yang dianggap baik dan sopan menurut kaedah bahasa Indonesia adalah “Saya belum mengerti, pak. Bisa tolong bapak jelaskan kembali?”

Dalam kaidah Bahasa Inggris, penggunaan kata tentang silsilah keluarga, antara guru dengan siswanya, atau antara anak muda dengan orang yang lebih tua sebagai subjek atau objek hanya dapat digunakan dalam kalimat tidak langsung (reported speech), itupun umumnya diawali oleh kata ganti kepunyaan (possessive adjectives) seperti my uncle atau diikuti oleh nama orang seperti uncle Eddie. Sebagai contoh:

My uncle said that he would visit me.

(Omku bilang ia akan mengunjungiku).

Uncle Eddie said he would pick me up.

(Om Eddie bilang ia akan menjemputku).

A senior high school student asks elementary school kids if they want some candies.” (Seorang siswa SMA menanyakan anak-anak SD apakah mereka mau permen.)

Maka jika kalimat tak langsung (reported speech) di atas diubah menjadi kalimat langsung (direct speech) maka pembicaranya menurut kaedah bahasa Inggris akan menggunakan kata ganti orang pertama tunggal ‘I’ (saya, aku) dan orang yang diajak bicaranya menggunakan kata ganti kedua ‘you’ (kamu).

My uncle said: “I will visit you.”

(Omku bilang: “Om akan mengunjungimu.”)

Uncle Eddie said: “I will pick you up.

(Om Eddie bilang: “Om akan jemput kamu”).

A senior high school student asks elementary school kids: “Do you want any candies?”  (Seorang siswa SMA menanyakan anak-anak SD: “Adik-adik mau permen?”)

Sedangkan untuk nama-nama orang (proper names) seperti George, Mr. Bill, Linda, Mrs. Tika, Mr. Eddie, Elva, Cantona, Pinto, Kinski, dan seterusnya pemakaiannya sebagai subjek dan objek baik di dalam kaedah bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris tetap sama.

Agar tidak terjadi pengulangan atas nama orang tersebut, kita bisa menggunakan kata ganti orang (he, she, he, her, him, they, them, ia, mereka, nya) agar kalimat tersebut tidak terlihat monoton dan lebih variatif. Coba perhatikan contoh kalimat di bawah ini.

Mr. Eddie called Linda and then talked to her. He asked her some questions. After that, Linda gave something to Mr. Eddie. She thanked him for what he had done for her this far. Then, they both said good bye to each other.

(Pak Eddie memanggil Linda dan lalu berbicara kepadanya. Ia menanyakan beberapa pertanyaan kepadanya. Setelah itu, Linda memberikan sesuatu ke pak Eddie. Ia berterimakasih kepada pak Eddie atas apa yang telah ia lakukan untuknya selama ini). Mereka berdua kemudian berpamitan).

Kesimpulannya, kata ganti pertama tunggal (saya, aku, I, me), kata ganti kedua tunggal/jamak (kamu, kalian, you) dan kata ganti pertama jamak (kami, kita, we, us) tetap sama penggunaannya sebagai pengganti orang secara individual atau pembicara di dalam kaidah Bahasa Inggris sedangkan di dalam kaidah Bahasa Indonesia kata ganti tersebut berubah menurut atau berdasarkan siapa yang mengucapkannya.**

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Akhiran S (Suffix S) dan Apostrophe (‘) S

28 March 2024 - 10:14 WIB

Akhiran S atau Suffix S dan Apostrophe S adalah dua hal yang perlu mendapatkan perhatian dari mereka yang belajar Bahasa Inggris.

Wajib Belajar Pendidikan Dasar: Kenapa Harus 6 dan Lalu 9 Tahun?

25 March 2024 - 15:34 WIB

Wajib Belajar Pendidikan Dasar merupakan program Pemerintah untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman di masa depan.

Haus dan Lapar: Thirsty and Hungry

6 March 2024 - 10:18 WIB

Pada bulan Ramadhan kaum muslimin di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa, yaitu menahan rasa haus dan lapar.

Juga

17 February 2024 - 06:47 WIB

Di dalam konteks kaidah Bahasa Indonesia, kata ‘juga’ bisa digunakan untuk menyatakan persetujuan baik dalam kalimat positif maupun negatif.

Word Order

16 February 2024 - 21:08 WIB

Word order secara harfiah adalah susunan (tatanan) kata. Susunan kata bisa mempengaruhi makna suatu kata majemuk, frasa atau bahkan kalimat.

Mumpung dan Aji Mumpung

24 January 2024 - 07:18 WIB

Kata ‘mumpung’ adalah kata keterangan dan sering dimajemukkan dengan kata ‘aji’, menjadi ‘aji mumpung’ yang berfungsi sebagai kata benda.
Trending di Pendidikan & Pengetahuan Umum