Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan & Pengetahuan Umum · 30 Oct 2023 12:00 WIB ·

Love and War: Tug of Love and Tug of War


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Pexels/Thirdman Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Pexels/Thirdman

Tulisanrakyat.com – Cinta (love) dan perang (war) adalah dua kata yang saling berlawanan maknanya. Tidak ada perang dengan dasar cinta. Perang identik dengan kebencian (hatred).

Cinta lah yang dapat menghindari peperangan. Cinta membuat kehidupan kita menjadi lebih indah dan damai. Semua orang butuh cinta, butuh dicintai dan mencintai.

Lalu, apa itu ‘tug of love’ dan ‘tug of war’? Mari kita uraikan kata per kata lebih dahulu sebelum membahas arti ungkapan kedua frasa tersebut.

BACA JUGA: Apa Hubungan Wanita dengan Kucing? Kenapa Banyak Istilah Yang Berhubungan dengan Wanita Dikaitkan dengan Kucing?

What is love? Menurut Kamus Inggris-Inggris Merriam-Webster: Definition (1): strong affection for another arising out of kinship or personal ties, e.g.: maternal love for a child.

Definition (2): attraction based on sexual desire: affection and tenderness felt by lovers.

Kurang lebih bermakna: Definisi (1): kasih sayang yang kuat terhadap orang lain yang timbul karena hubungan kekeluargaan atau ikatan pribadi, misalnya: cinta ibu terhadap anaknya.

Definisi (2): ketertarikan berdasarkan hasrat seksual : kasih sayang dan kelembutan yang dirasakan oleh sepasang kekasih.

Definisi (2) berbeda dengan dengan ‘platonic love’, yaitu hubungan antara pria dan wanita tetapi tidak didasari oleh hasrat seksual, seperti hubungan pertemanan biasa.

BACA JUGA: Tiga Jenis Compound Word dalam Bahasa Inggris Berdasarkan Penulisannya

Sementara definisi ‘war’ = perang menurut Oxford Dictionary adalah: ‘a state of armed conflict between different nations or states or different groups within a nation or state.

Keadaan konflik bersenjata antara bangsa atau negara yang berbeda atau antara kelompok yang berbeda di dalam suatu bangsa atau negara.

Kata ‘tug’ itu sendiri merupakan kata benda (nomina) dan memiliki makna: tarikan (pull), sentakan, dorongan (push), dan renggutan.

Maka ada istilah ‘tugboat’ di pelayaran, yaitu kapal laut yang menggerakkan kapal lain dengan cara mendorong (pushing) atau menariknya (pulling), baik dengan kontak langsung atau menggunakan tali penarik (tow line).

Tug of War
Menurut Oxford Dictionary: ‘is a contest in which two teams pull at opposite ends of a rope until one drags the other over a central line’.

Di Indonesia dikenal dengan nama ‘tarik tambang’. Lomba ‘tarik tambang’ begitu populer di negara kita dan menjadi lomba terfavorit terutama saat perayaan Hari Ulang Tahun atau Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia.

Cinta (love) dapat menghindarkan kita dari kebencian (hatred) dan perang. Make love, not war agar dunia ini damai.

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik

Tug of Love
Menurut definisi Britannica Dictionary: a situation in which two divorced or separated parents are in a legal fight about who will take care of their child or children’.

Tug of love merupakan kasus perebutan anak oleh kedua orangtuanya yang telah berpisah atau cerai. Dari kasus tersebut terjadi tarik-menarik (tug) antara ayah dan ibu dari anak-anak yang diperebutkan.

Anak adalah hasil dari buah cinta (love) mereka berdua. Maka sejak itulah muncul istilah (terminologi) tersebut. Tug of love, secara harfiah bermakna perebutan buah cinta (anak).

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik

Aduh, kasihan ya anak-anaknya nanti. Jangan cerai atau pisah ya kalau bisa.

Sebelum menutup artikel kita kali ini, ada sebuah cerita rebutan anak (tug of love) antara mantan suami istri. Cerita ini cukup menarik tetapi hanya illustrasi belaka dan sifatnya hanya guyonan (joke)…hehehe.

Suatu hari di sidang pengadilan ada kasus ‘tug of love’, di mana kedua mantan pasangan suami istri sedang memperebutkan hak-hak asuh atas anak-anak mereka. Mereka sudah memiliki tiga anak yang manis-manis.

Suami:Aku mau ketiga-tiganya ikut aku!
  
Istri:Tidak bisa! Akulah yang berhak karena aku.
 ibunya. Aku yang melahirkan ketiganya. Enak aja!
  
Hakim (bingung Sabar. Gimana kalau kalian rujuk kembali? dan
dan mencoba saling memaafkan dan hidup bersama kembali.
mendamaikan): 
  
Istri:Gak mau. Suami saya egois. Saya jarang dikasih.
  
Suami:Istri saya yang egois, pak Hakim.
  
HakimGimana kalau kalian buat satu anak lagi? Lalu,
(mencoba kasih solusi)kalian jadi punya 4 anak dan masing-masing bisa
 dapat 2 anak. Cukup adil kan?
  
Istri (keceplosan):Ketiga anak itu sebenarnya bukan anak dia, pak
 Hakim. Mereka sebenarnya anak … (tak diteruskan)
  
Hakim (bingung dan?!?
tak tahu harus berbuat  
apa): 

Mereka anak siapa donk? Siapa bapaknya? Kasihan ya suaminya. Udah capek-capek berjuang untuk mengasuh anaknya, di-skak mati. Kalau penulis jadi suaminya, udah jatuh pingsan dech. Tes DNA dulu kali ya.

Akhir kata, semoga kita bisa belajar dari kasus di atas ya. Tetap semangat dan jaga terus keharmonisan dan kebahagiaan keluarga kita. Aamiin.**

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Akhiran S (Suffix S) dan Apostrophe (‘) S

28 March 2024 - 10:14 WIB

Akhiran S atau Suffix S dan Apostrophe S adalah dua hal yang perlu mendapatkan perhatian dari mereka yang belajar Bahasa Inggris.

Wajib Belajar Pendidikan Dasar: Kenapa Harus 6 dan Lalu 9 Tahun?

25 March 2024 - 15:34 WIB

Wajib Belajar Pendidikan Dasar merupakan program Pemerintah untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman di masa depan.

Haus dan Lapar: Thirsty and Hungry

6 March 2024 - 10:18 WIB

Pada bulan Ramadhan kaum muslimin di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa, yaitu menahan rasa haus dan lapar.

Juga

17 February 2024 - 06:47 WIB

Di dalam konteks kaidah Bahasa Indonesia, kata ‘juga’ bisa digunakan untuk menyatakan persetujuan baik dalam kalimat positif maupun negatif.

Word Order

16 February 2024 - 21:08 WIB

Word order secara harfiah adalah susunan (tatanan) kata. Susunan kata bisa mempengaruhi makna suatu kata majemuk, frasa atau bahkan kalimat.

Mumpung dan Aji Mumpung

24 January 2024 - 07:18 WIB

Kata ‘mumpung’ adalah kata keterangan dan sering dimajemukkan dengan kata ‘aji’, menjadi ‘aji mumpung’ yang berfungsi sebagai kata benda.
Trending di Pendidikan & Pengetahuan Umum