Menu

Mode Gelap
 

Collection · 22 Dec 2023 10:19 WIB ·

Mana yang Lebih Mudah: Ngurusin Orang Lain atau Ngurusin Badan Sendiri?


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik/CollagedbyEddie Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik/CollagedbyEddie

Tulisanrakyat.com – Menjawab pertanyaan di atas, tentunya lebih mudah ngurusin orang lain (baca: ngomongin kehidupan orang lain) daripada ngurusin badan sendiri..hehe.

Itu fakta dalam kehidupan kita sehari-hari, ngerumpi, ngegossip atau ngomongin orang lain adalah hal biasa. Sebaiknya kita hindari hal tersebut karena bikin dosa aja.

Lebih baik kita ngurusin diri sendiri aja dech. Sulitkah ngurusin diri sendiri (baca: menurunkan berat badan sendiri)?

Jawabannya mungkin ‘sulit’, mungkin juga ‘gampang’. Dan faktanya, hampir sebagian besar orang berpendapat bahwa menurunkan berat badan itu sulit dan begitu banyak program diet yang bermunculan di mana-mana, baik secara online maupun onsite, yang mana program tersebut bertujuan untuk menarik mereka yang ingin mencoba bisa kembali kurus atau langsing seperti dulu atau tepatnya memiliki berat badan yang ideal.

BACA JUGA: Menjadi Tua Itu Alami (Tak Seorang Pun Bisa Menolaknya) Tetapi Menjadi Bijak Itu Pilihan

Saking banyaknya pilihan, membuat kita menjadi sulit memilih program mana yang terbaik.

Di sisi lain, ada juga yang bilang gampang. Yang pasti, jangan pernah ngurusin orang lain (baca: ngomongin hidup orang lain) hehe.. Menurunkan berat badan sebenarnya tidak hanya menjalankan diet saja.

Kita juga harus menggunakan pendekatan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Banyak cara yang bisa kita lakukan jika kita ingin kembali kurus seperti sedia kala, di antaranya:

1. Mengatur pola makan (pilih makanan yang sehat);
2. Berolahraga secara rutin (jogging, jalan kaki, senam, berenang);
3. Tidur yang cukup dan yang tak kalah penting adalah
4. Pola pikir kita. Pola pikir itu sangat penting, artinya jika orang tersebut memiliki pola pikir sehat (selalu berpikir positif) serta kemauan yang kuat (strong will) untuk melakukannya maka bukan hal yang mustahil akan kembali normal berat badannya.

BACA JUGA: Di Balik Kesuksesan Pria (Suami) Ada Peran Wanita (Istri) Hebat

Tahukah kalian bahwa anak kami yang bungsu, namanya Christiano, dulu pernah mengalami kelebihan berat badan atau tepatnya mengalami obesitas. Sedih, bingung, dan enggak tahu harus berbuat apa kalau melihat badannya.

Makannya banyak dan gak bisa dilarang kalau sudah mau makan, apa yang diminta harus tersedia terutama saat ia sudah kelaparan. Apakah badannya akan kembali mengecil seperti dulu saat ia masih bocah?

Itulah pertanyaan yang selalu muncul di benak kami. Awalnya, kami agak pesimis dan merasa itu sangat sulit.

Ditambah munculnya berita yang sempat viral dan menghebohkan publik pada tahun 2016 di mana ada seorang bocah laki-laki berumur 10 tahun bernama Arya Permana yang mengalami obesitas yang saat itu berat badannya mencapai hampir 200 kilogram.

Wow … dan pada saat yang bersamaan, anak kami, Christiano, masih duduk di kelas 3 dan sedang gemuk-gemuknya atau pada fase obesitas. Kami jadi ikut merasa prihatin, kuatir, cemas dan stress, pokoknya semuanya campur aduk jadi satu, terutama jika obesitas Arya Permana kita kaitkan dengan kondisi dan berat badan Christiano.

Seiring dengan berjalannya waktu, kakaknya yang bernama Pinto rajin berolahraga setiap hari dari lari pagi, angkat barbell, pull up, push up, skipping dan lain-lain. Dan lambat-laun bentuk badannya mulai terbentuk atau bisa dibilang cukup atletis dan ideal.

Lalu adiknya (si bungsu), Christiano, yang saat itu masih duduk di kelas IV dan akan naik ke kelas V mulai tertarik untuk mengikuti jejak kakaknya.

Christiano saat itu sangat gemuk, bisa dibilang obesitas, sampai-sampai tidurnya pun susah. Miring susah. Terlentang susah. Nafasnya menjadi terganggu. Kadang tidurnya duduk. Sedih melihatnya. Kita pun kadang ikut tidak tidur karena menemaninya.

Tetapi sejak ia melihat banyak perubahan fisik pada kakaknya, pola pikirnya mulai berubaha. Dia ingin sekali bisa menurunkan berat badannya itu.

Alasannya sangat sederhana, yaitu ia tak ingin di-bully saat masuk ke SMP karena ia sadar dengan bobot badannya yang besar melebihi batas-batas fisik anak normal di seusianya itu, ia pasti akan jadi bahan perundungan (bullying) atau celaan/penghinaan fisik (body shaming). Dan ia tak ingin seperti Arya Permana.

Akhirnya, berkat bimbingan kakaknya yang bernama Pinto, ia banyak berlatih dan pola makannya pun mulai diatur. Mau makan, harus ditimbang berapa kalori dan karbo(hidrat)nya dan seterusnya. Ada makanan yang harus dihindari.

Ada makanan yang wajib dikonsumsi. Dan ternyata ia sanggup menjalani semuanya itu. Demi satu keinginan: kembali kurus!

Butuh kemauan keras untuk mewujudkan impiannya oleh karena itu kami selaku orangtua sangat mendukungnya dan memberi masukan, dorongan (motivasi) agar ia mau melakukan hal tersebut dengan semangat dan kegigihan yang tinggi tanpa putus asa.

Semua prosesnya pasti butuh waktu yang cukup lama karena menguruskan badan atau menurunkan berat badan itu tidak seperti membalikkan telapak tangan kita.

Akhirnya, setelah kurang lebih satu setengah tahun berjalan, banyak peningkatan dan perubahan yang diperoleh oleh Christiano. Ia ternyata mampu menurunkan separuh dari berat badannya.

Coba perhatikan foto berikutnya. Kedua foto tersebut memperlihatkan ketika Christiano masih duduk di bangku kelas IV SD, ia masih besar bahkan guru wali kelasnya pun kalah besar. He was a giant…jadi ingat temannya Nobita ya (tokoh film serial kartun Jepang untuk anak-anak).

Dan lihat foto saat dia duduk di kelas VI (foto perpisahan kelas saat kelulusan). Coba bandingkan kedua foto tersebut. Ia menjadi lebih kecil dari guru wali kelasnya dan rata-rata sama bobotnya dengan teman sekelasnya.

Jangan pernah ngurusin orang lain (baca: ngomongin hidup orang lain). Lebih baik ngurusin (menurunkan) berat badan kita sendiri.

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/EddieWCollections

Kelihatannya seperti membalikkan telapak tangan (mudah) ya? Dan itu tergambar dari angka IV (empat Romawi) dan angka VI (enam Romawi), kedua angka tersebut merupakan kebalikan satu sama lainnya. Seperti sudah diatur atau memang suatu kebetulan saja? Entah lah. Only God knows.

Keberhasilan menurunkan berat badan tidak hanya dirasakan oleh Christiano, kedua kakak perempuannya pun, Kinski dan Elva, juga berhasil menurunkan berat badannya.

Dulu anak-anak kami semuanya gemuk-gemuk. Mereka berjuang mengatasi kelebihan berat badan mereka sendiri dengan keinginan yang luar biasa dengan melakukan olahraga secara rutin dan konsisten serta pola makan sehat.

FYI, saat ini Christiano sudah duduk di kelas X SMA dan hobinya adalah main bola basket. Keren, kan?

Akhir kata, anything is possible. Nothing is impossible. Siapa pun bisa menurunkan berat badan asal punya keinginan yang kuat (strong will) dan usaha gigih tanpa kenal lelah (tireless effort) dan konsisten disertai dengan perubahan pola hidup yang lebih sehat.

Insha Allah, pasti bisa. Man jadda wa jadda. Siapa yang bersungguh-sungguh, pasti berhasil. Tetap semangat.**

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hijab Bukanlah Helm Tetapi Keduanya Sama-sama Penutup Kepala

5 April 2024 - 14:35 WIB

Hijab dan helm yang menjadi topik bahasan saya di artikel kali ini terkait dengan wanita pengendara motor.

Tidur Secukupnya: Life Is So Short

25 March 2024 - 09:42 WIB

Kesehatan tidur atau lebih dikenal dengan istilah sleep hygiene yang mengacu pada kebiasaan, perilaku dan faktor lingkungan yang sehat.

Tumben

21 March 2024 - 09:40 WIB

Menurut KBBI, ‘tumben’ bermakna (1) mula-mula sekali; (2) ganjil benar kali ini (tidak sebagai biasa atau menyalahi dugaan).

Bandel dan Nakal: Negatifkah Konotasinya?

15 March 2024 - 13:13 WIB

Secara umum, awalnya kata bandel dan nakal tersebut identik dengan perilaku anak-anak yang kurang baik seperti telah didefinisikan oleh KBBI.

Jaywalking, Zebra Cross, and Pelican Crossing

1 March 2024 - 10:05 WIB

Di negara seperti Amerika, Inggris, dan Korea Selatan jaywalking dianggap melanggar hukum dan bisa dikenakan sanksi, termasuk di Indonesia.

Nama Negara dan Kota Yang Disebut Berbeda di Dalam Bahasa Inggris dan Indonesia

29 February 2024 - 08:59 WIB

Ada cukup banyak nama tempat, kota dan negara di seluruh dunia yang ditulis atau dilafalkan secara berbeda oleh orang Inggris.
Trending di Collection