Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan & Pengetahuan Umum · 29 Sep 2023 10:15 WIB ·

Penggunaan Nama Hewan dalam Cacian, Makian, Amarah, dan Pujian


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik

Tulisanrakyat.com – Jika kita berkendara di kota besar seperti Jakarta, sepertinya bukan hal yang aneh lagi jika kita seringkali nyaris berbenturan, saling berserempetan dengan pengendara-pengendara lainnya di jalan raya.

Masing-masing ingin duluan terutama di jalan-jalan kecil yang belum ada rambu lalu lintasnya. Bahkan yang ada rambu lalulintas pun mereka (umumnya para pengendara motor) masih saja menerobos jalan saat lampu sedang menyala merah (yang harusnya berhenti).

Situasi seperti itulah akhirnya yang dapat memicu pengendara lainnya tidak mampu menahan atau mengendalikan emosinya saat terjadi sesuatu karena merasa haknya diambil oleh pengendara lain.

BACA JUGA: Crazy Pronunciation in English

Dalam situasi seperti itu maka keluar semua nama-nama hewan yang ada di kebun binatang. Misalnya: eeh, babi lo; monyet lo.

Elo gak lihat apa kalau lampunya merah? Elo gak lihat apa kalau posisi gw di jalur yang benar? dan seterusnya.

Di negara kita saat orang sedang marah, mencaci-maki, mengomel dan menghina orang lain, nama-nama hewan seperti anjing, babi, monyet, dan bahkan hingga kutu busuk seperti bangsat sering kali diucapkan.

BACA JUGA: Do You Drink?

Akan tetapi di negara-negara yang berbahasa Inggris seperti Amerika, Australia, New Zealand dan Inggris, kalian mungkin gak akan pernah mendengar cacian atau hinaan (insults) yang menggunakan nama-nama hewan.

Hal ini tentunya bukan karena mereka lebih pemaaf atau sopan tetapi karena hinaan atau cacian dengan menggunakan nama-nama hewan tidak memiliki arti apa-apa buat mereka.

Jadi, aspek budaya harus benar-benar kita pahami ya guys … terutama saat kita sedang marah. Marah kok mikirin aspek budaya ya …

Bagaimana dengan negara lain yang tidak berbahasa Inggris selain Indonesia? Jerman, contohnya. Di negara ini nama-nama hewan tertentu digunakan sebagai pujian dan makian.

Di Indonesia orang dicaci maki dengan kata ‘babi’ dianggap kasar tetapi tidak dengan di Jerman.

Keluarga babi seperti Schwein (swine, babi), Schweinchen (little swine, babi kecil), Ferkel (farrow, anak babi) dan Ferkelchen (little farrow, anak babi mungil) tidak hanya digunakan sebagai kata makian saja tetapi bisa juga digunakan sebagai kata pujian. Sau (sow, babi betina) sering digunakan untuk kata makian.

Kata-kata Mein Schweinchen (my little swine, babi kecilku) dan Mein Ferkelchen (my little farrow, babi mungilku) sering digunakan oleh orangtua untuk panggilan sayang kepada anak-anak mereka.

Di Indonesia untuk pujian biasanya dipakai hewan ‘merpati’ terutama untuk kekasih hati. “Kaulah merpati putihku yang paling kusayang.”

Bahkan keluarga tikus Maus (mouse, tikus), Mauschen (little mouse, tikus kecil, dan Ratte (rat, tikus) juga digunakan untuk pujian dan cacian.

Bedanya adalah Maus dan Mauschen untuk pangggilan sayang sedangkan Ratte untuk makian. Wajar, ya karena di Indonesia tikus jenis ‘rat’ (Ratte) hidupnya di selokan yang kotor dan bau.

Orang Jerman juga menggunakan kata Affe (ape, monyet) dan Affchen (little ape, monyet kecil) untuk panggilan sayang dan makian. Ada-ada aja, ya .. Siapa yang mau aku panggil monyetku .. ayo tunjuk tangan .. hehe

Di Jawa pun, hewan sering digunakan sebagai kata-kata makian atau cacian dan ungkapan kemarahan seperti: asu (anjing) = umpatan yang kasar dan kunyuk (monyet, kera kecil) = orang bodoh.

Tidak hanya di Jawa, orang Medan (Batak) pun mereka menggunakan hewan sebagai cacian seperti: “Bodat nya, kau ini!”. Bodat artinya monyet.

Tidak hanya hewan, orang Medan juga menggunakan alat kelamin perempuan sebagai kata makian atau kemarahan seperti: pukimak (puki = alat kelamin dan mak = mamak atau ibu) dan bujang (dari Bahasa Batak artinya ‘alat kelamin perempuan’).

Padahal di Jawa, ‘bujang’ adalah lelaki yang belum menikah. Tetapi kalau dipikir-pikir nyambung sih karena orang ‘bujang’ di Jawa kan butuh ‘bujang’ dari cewek Batak hehe … Betul kan? Nyatanya, sudah banyak lelaki Jawa yang menikah dengan perempuan Batak.

Kata ‘pukimak’ hampir mirip dengan kata ‘cukimai’. Cukimai juga merupakan kata cacian atau kekesalan yang berasal dari Ambon (daerah Maluku) yang artinya ‘ng*nt*t makmu’ yang mirip dengan ‘mother f*cker’ dalam Bahasa Inggris.

Pantas saja di negara-negara berbahasa Inggris tidak menggunakan hewan sebagai kata makian atau hinaan. Mereka memiliki kesamaan seperti di daerah Maluku.

Mereka ternyata menggunakan kata ‘f*ck’ untuk memaki atau mengungkapkan rasa marah. Bahkan kata ‘f*ck’ ini seringkali disisipkan di dalam kalimat. Contohnya; “Who the f*ck are you?”; “What the f*ck are you talking about?; dan seterusnya.

Kata ‘f*ck’ seringkali digantikan dengan kata ‘hell’ = neraka seperti “Who the hell are you?’. Saking emosinya jadi panas seperti neraka.

Orang Inggris umumnya menggunakan hewan untuk menggambarkan sesuatu, seperti perasaan kita, gambaran tentang karakter orang dan hal-hal lainnya.

catty (spiteful) = tajam, keras
crabwise = berjalan menyamping (seperti kepiting)
fishy (suspicious) = mencurigakan, amis
sheepish (embarrassed) = malu-malu kucing (bukan domba ya)

bear hug = dekapan erat
bear market = pasar di mana harga saham turun
bull market = pasar di mana harga saham naik
chicken = penakut
catwalk = tempat peragaan busana
crocodile tears = air mata buaya (pura-pura menangis)
donkey work = pekerjaan yang membosankan
dovetail = sambungan kayu kusen
flea market = pasar loak (sering ada kutu [flea] nya)
goatee = janggut manusia yang mirip janggut kambing
horse laugh = tertawa keras
kangaroo court = pengadilan tak resmi
leopard crawl = mengendap-endap seperti macan tutul berburu
monkey business = tipu-tipu
puppy love = cinta monyet
rabbit punch = pukulan keras pada bagian belakang leher
rat race = kesibukan tiada henti
turtleneck = sweater berleher panjang
whale of a time = waktu untuk bersenang-senang

bar fly = orang yang suka minum di bar
bookworm = kutu buku, orang yang suka baca buku
early bird = orang yang suka bangun pagi
hotdog = nama makanan, roti panjang isi
loan shark = lintah darat, rentenir
lone wolf = orang yang suka menyendiri
night owl = orang yang suka begadang
odd fish = orang aneh
paper tiger = orang yang sudah tidak punya kekuatan
social butterfly = orang yang suka bersoialisasi

Sedangkan untuk kotorannya tetapi hanya kotoran sapi (banteng) yang digunakan sebagai cacian atau kekesalan, yaitu: ‘bullshit’. Bullshit = tai sapi, secara analogis identik dengan ungkapan kekesalan yang kita pakai di Indonesia tetapi kita menggunakan hewan yang berbeda yaitu ‘tai kucing’.

Akhir kata, berkatalah selalu yang baik karena ‘kata’ adalah ‘doa’.**

[Referensi: Dikumpulkan dari berbagai sumber]

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Akhiran S (Suffix S) dan Apostrophe (‘) S

28 March 2024 - 10:14 WIB

Akhiran S atau Suffix S dan Apostrophe S adalah dua hal yang perlu mendapatkan perhatian dari mereka yang belajar Bahasa Inggris.

Wajib Belajar Pendidikan Dasar: Kenapa Harus 6 dan Lalu 9 Tahun?

25 March 2024 - 15:34 WIB

Wajib Belajar Pendidikan Dasar merupakan program Pemerintah untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman di masa depan.

Haus dan Lapar: Thirsty and Hungry

6 March 2024 - 10:18 WIB

Pada bulan Ramadhan kaum muslimin di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa, yaitu menahan rasa haus dan lapar.

Juga

17 February 2024 - 06:47 WIB

Di dalam konteks kaidah Bahasa Indonesia, kata ‘juga’ bisa digunakan untuk menyatakan persetujuan baik dalam kalimat positif maupun negatif.

Word Order

16 February 2024 - 21:08 WIB

Word order secara harfiah adalah susunan (tatanan) kata. Susunan kata bisa mempengaruhi makna suatu kata majemuk, frasa atau bahkan kalimat.

Mumpung dan Aji Mumpung

24 January 2024 - 07:18 WIB

Kata ‘mumpung’ adalah kata keterangan dan sering dimajemukkan dengan kata ‘aji’, menjadi ‘aji mumpung’ yang berfungsi sebagai kata benda.
Trending di Pendidikan & Pengetahuan Umum