Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan & Pengetahuan Umum · 25 Sep 2023 08:47 WIB ·

Perfect Your Punctuation Marks Because They Can Save Your Life


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Pexels/Leeloothefirst Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Pexels/Leeloothefirst

Tulisanrakyat.com – Ketika kita sedang berbicara, makna kata yang kita ucapkan akan memiliki pesan yang berbeda, tergantung pada intonasi kata tersebut.

Misalkan, kata “siap” akan memiliki pesan atau makna yang berbeda tergantung pada intonasi kata tersebut saat diucapkan.

Jika diucapkan dengan intonasi naik maka maknanya bisa merupakan pertanyaan atau sebuah instruksi dan jika datar merupakan jawaban atau pernyataan.

BACA JUGA: Do You Drink?

Jadi, pesan/makna bahasa verbal (oral) adalah terletak pada intonasinya. Artinya, secara tersurat kata yang tertulis sama tetapi akan memiliki makna atau pesan tersirat yang berbeda jika diucapkan dengan intonasi yang berbeda.

Lalu, bagaimana dengan bahasa tulisan? Pesan yang disampaikan di dalam bahasa tulisan (writing) justru terlihat jelas dan tersurat karena menggunakan tanda baca atau yang dalam Bahasa Inggris disebut punctuation marks.

Pesan yang tersurat tergantung pada tanda baca yang digunakan. Misalkan, kata ‘siap’.

Siap? (tanya) karena menggunakan tanda tanya (?)

Siap! (perintah) karena menggunakan tanda seru (!)

Siap. (pernyataan) menggunakan titik (.)

BACA JUGA: Terlihat Seperti Lawan Kata (the Opposite), Ternyata Bukan

Dari contoh di atas, maka sangat lah penting memahami fungsi tanda baca dan bagaimana menggunakan tanda baca yang tepat dan benar di dalam bahasa tulisan.

Fungsi tanda baca secara umum untuk menjaga keefektifan (efektifitas) komunikasi agar pesannya jelas apakah interogatif, imperatif atau deklaratif.

Pemberian tanda baca yang salah dapat membuat arti kalimat menjadi berbeda dengan konsep maknanya. Tanda baca itu terdiri dari apa saja?

Tanda baca terdiri dari:

(1). Tanda titik (.)

Tanda titik digunakan untuk mengakhiri sebuah kalimat.

Contohnya:

Presiden Jokowi melantik beberapa menteri baru di Istana Negara hari ini.

(2). Tanda koma (,)

Tanda koma berfungsi untuk memberikan jeda dalam sebuah kalimat.

Contohnya:

Jika Linda menghubungiku, aku pasti akan datang.

Bahkan tanda koma (,) bisa menyelamatkan hidup orang. Kok bisa? Berikut ini buktinya.

punctuation marks

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Eddie

Contoh lain:

Anjing makan ayam mati.

Dari kalimat di atas, siapa yang mati? Anjing atau ayam? Jelas, ayam jawabannya. Ayam itu mati dulu baru dimakan anjing.

Kalimat itu bisa bermakna beda jika kita letakkan tanda koma (,) setelah kata ‘ayam’ sehingga kalimatnya menjadi:

Anjing makan ayam, mati.

Jika seperti ini, maka tidak hanya ayam saja yang mati, anjingnya pun ikut mati pula setelah memakan si ayam.

Jika tanda koma (,) kita pindahkan lagi ke tengah kalimat tersebut sehingga menjadi:

Anjing makan, ayam mati.

Ada dua kejadian yang berbeda. Anjing makan dan ayam mati. Ternyata, tanda koma (,) tidak hanya menyelamatkan manusia saja melainkan bisa menyelamatkan hewan juga ya…hehe …

(3). Tanda titik koma (;)

Tanda titik koma dapat digunakan sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara di dalam kalimat majemuk.

Contohnya:

Ayam berkokok; sapi melenguh; burung-burung bernyanyi.

(4). Tanda titik dua (:)

Tanda titik dua digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap yang langsung diikuti perincian atau penjelasan. Misalnya: Para siswa memerlukan peralatan sekolah: tas, pensil, pulpen, buku, rautan, penggaris dan penghapus.

(5). Tanda hubung (-)

Tanda hubung digunakan untuk merangkai dua kata dan untuk memperjelas makna suatu kata.

Misalkan:

Kejuaraan Karate Se-Sumatera

Indonesia berhasil keluar sebagai juara ke-3 Piala Asia.

Dia mencari laba dengan menjual laba-laba.

(6). Tanda pisah (–)

Kita sering melihat tanda pisah (—) digunakan pada artikel-artikel populer. Biasanya, dalam satu kalimat panjang, terdapat suatu keterangan atau penjelasan tambahan yang disisipkan dengan tanda baca itu.

Fungsi tanda pisah adalah untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang merupakan bagian utama kalimat dan dapat saling menggantikan dengan bagian yang dijelaskan.

Contohnya:

J.K. Rowling–Novelis terkenal asal Inggris—salah satu karyanya diangkat ke layar lebar.

(7). Tanda tanya (?)

Penggunaan tanda tanya sesuai kaidah hanya digunakan pada akhir kalimat tanya dan digunakan untuk menandai bagian kalimat yang diragukan. Misalkan, Apakah benar bahwa anak kecil itu yang melakukan pencurian di rumah pak Danang?

(8). Tanda seru (!)

Tanda seru digunakan untuk ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat.

Contoh penggunaan tanda seru pada kalimat perintah:

Dilarang merokok!

Mohon antri!

Buanglah sampah pada tempatnya!

(9). Tanda elipsis (…)

Tanda elipsis digunakan untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan atau tidak disebutkan.

Contohnya:

Penyebab pemerkosaan … akan diteliti dan diinvestigasi lebih lanjut.

Tanda elipsis digunakan untuk menulis ujaran yang tidak selesai dalam dialog. Misalkan, Menurut pendapat saya … oh ya, silahkan diminum kopinya?

Tanda elipsis juga dapat digunakan untuk menandai jeda panjang dalam tuturan yang dituliskan. Misalnya: Kamera … siap! Siap … gerak!

(10). Tanda kurung ( )

Tanda kurung digunakan untuk mengapit penjelasan atau keterangan yang bukan merupakan bagian utama dalam suatu kalima.

Contoh dalam kalimat:

Peningkatan keuntungan (lihat Grafik 5) yang kita peroleh menunjukkan bahwa hasil penjualan produk kita meningkat terus.

Train to Busan (salah satu kota metropolitan di Korea Selatan) karya Yeon Sang-ho adalah film zombie paling menghibur meski sudah rilis sejak tahun 2016.

(11). Tanda petik tunggal (‘…’)

Tanda petik  tunggal digunakan digunakan untuk menandai judul karya sebuah buku, novel, puisi, cerpen, pantun, film, dan sebagainya.

Misalkan: Eddie menulis buku ‘Word Family Dictionary’ pada tahun 2007.

(12). Tanda petik ganda (“…”)

Menurut EYD, tanda petik ganda digunakan untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain.

Contohnya:

“Saya akan kabari secepatnya,” kata Linda sambil tersenyum.

“What’s in a name,” kata William Shakespeare yang kini menjadi ungkapan terkenal di seluruh dunia.

Demikian artikel singkat ini, semoga bermanfaat. Akhir kata, sempurnakanlah pemahaman kalian akan penggunaan tanda baca (punctuation marks) karena tanda baca dapat menyelamatkan hidup kalian. Hehehe…**

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Akhiran S (Suffix S) dan Apostrophe (‘) S

28 March 2024 - 10:14 WIB

Akhiran S atau Suffix S dan Apostrophe S adalah dua hal yang perlu mendapatkan perhatian dari mereka yang belajar Bahasa Inggris.

Wajib Belajar Pendidikan Dasar: Kenapa Harus 6 dan Lalu 9 Tahun?

25 March 2024 - 15:34 WIB

Wajib Belajar Pendidikan Dasar merupakan program Pemerintah untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman di masa depan.

Haus dan Lapar: Thirsty and Hungry

6 March 2024 - 10:18 WIB

Pada bulan Ramadhan kaum muslimin di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa, yaitu menahan rasa haus dan lapar.

Juga

17 February 2024 - 06:47 WIB

Di dalam konteks kaidah Bahasa Indonesia, kata ‘juga’ bisa digunakan untuk menyatakan persetujuan baik dalam kalimat positif maupun negatif.

Word Order

16 February 2024 - 21:08 WIB

Word order secara harfiah adalah susunan (tatanan) kata. Susunan kata bisa mempengaruhi makna suatu kata majemuk, frasa atau bahkan kalimat.

Mumpung dan Aji Mumpung

24 January 2024 - 07:18 WIB

Kata ‘mumpung’ adalah kata keterangan dan sering dimajemukkan dengan kata ‘aji’, menjadi ‘aji mumpung’ yang berfungsi sebagai kata benda.
Trending di Pendidikan & Pengetahuan Umum