Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan & Pengetahuan Umum · 4 Oct 2023 09:10 WIB ·

Pro-Verb Is Not a Proverb


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Unsplash/AlexandraFuller Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Unsplash/AlexandraFuller

Tulisanrakyat.comProverb adalah peribahasa atau pepatah. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), peribahasa adalah kalimat yang mengiaskan maksud tertentu.

Peribahasa dapat berisi perbandingan, perumpamaan, ungkapan tradisional, nasihat, prinsip, dan aturan tingkah laku.

Peribahasa itu selain berisi ungkapan dan nasehat, ia juga mengandung peringatan, sindiran, dan ejekan. Dalam budaya masyarakat Jawa, peribahasa banyak digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan atau nilai-nilai tertentu.

BACA JUGA: Reflexive Pronouns

Nilai-nilai tersebut sangat mulia dana agung, serta diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Peribahasa-peribahasa tersebut digunakan untuk memberi nasehat, tuntunan maupun teguran dalam mengarungi peliknya kehidupan.

BACA JUGA: Perfect Your Punctuation Marks Because They Can Save Your Life

Contoh-contoh peribahasa yang sudah kita kenal di dalam kehidupan kita sehari-hari:

1. Ada gula ada semut
2. Ada udang di balik batu
3. Air beriak tanda tak dalam
4. Air susu dibalas air tuba
5. Air tenang tanda menghanyutkan
6. Ala bisa karena biasa
7. Bagai air di daun talas
8. Bagai anak ayam kehilangan induknya
9. Bagai katak dalam tempurung
10. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian
11. Jangan menilai sesuatu dari luarnya saja
12. Memancing di air keruh
13. Menyelam sambil minum air
14. Rumput tetangga lebih hijau
15. Tak ada rotan akar pun jadi
16. Tong kosong nyaring bunyinya

Demikian halnya dengan peribahasa yang ada di dalam Bahasa Inggris. Mereka juga mengandung pesan, nilai-nilai dan nasehat yang hampir sama. Sebagai contoh:

1. A bird in the hand is worth two in the bush
2. Actions speak louder than words
3. Beggars can be chosen
4. Better hunger to begging
5. Better late than never
6. Blood is thicker than water
7. Don’t judge the book by its cover
8. Easy come easy go
9. Honesty is the best policy
10. Kill two birds with one stone
11. No pain no gain
11. Practice makes perfect
12. Still waters run deep
13. The grass is always greener on the other side of the fence
14. Where there’s smoke, there’s fire

Sebagian peribahasa di atas memiliki kesamaan pesan, nilai dan arti yang sama. Maka bila kita sanding dan bandingkan satu sama lainnya sama maksudnya.

Ada gula ada semut = where there’s smoke there’s fire
Air tenang tanda menghanyutkan = still waters run deep
Ala bisa karena biasa = practice makes perfect
Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian = no pain no gain
Menyelam sambil minum air = kill two birds with one stone
Tak ada rotan akar pun jadi = a bird in the hand is worth two in the bush
Tong kosong nyaring bunyinya = actions speak louder than words

Sementara itu, pro-verb ditulis dengan tanda hubung (-). Lalu apa itu ‘pro-verb’? Pro-verb is a form of the verb ‘do’ used to avoid repetition of a verb or verb phrase.

Pro-verb dalah bentuk kata kerja ‘do’ yang digunakan untuk menghindari pengulangan kata kerja atau frasa verba yang sama. Misalkan, kata kerja do dalam kalimat “act as I do” is a pro-verb. Maksudnya “act as I act”.

Contoh-contoh lainnya:

Run as we do! (do = run)
Walk like I do! (do = walk)
Let’s dance like she does. (does = dance)
Linda loves fruits and I do too. (do = love fruits)

Hati-hati dengan dua kalimat berikut ini. Yang manakah yang merupakan ‘pro-verb’?

Do as I say.
Say as I do.

Kalau kalian bisa menjawab, maka kalian sudah memahami apa itu pro-verb.**

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Akhiran S (Suffix S) dan Apostrophe (‘) S

28 March 2024 - 10:14 WIB

Akhiran S atau Suffix S dan Apostrophe S adalah dua hal yang perlu mendapatkan perhatian dari mereka yang belajar Bahasa Inggris.

Wajib Belajar Pendidikan Dasar: Kenapa Harus 6 dan Lalu 9 Tahun?

25 March 2024 - 15:34 WIB

Wajib Belajar Pendidikan Dasar merupakan program Pemerintah untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman di masa depan.

Haus dan Lapar: Thirsty and Hungry

6 March 2024 - 10:18 WIB

Pada bulan Ramadhan kaum muslimin di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa, yaitu menahan rasa haus dan lapar.

Juga

17 February 2024 - 06:47 WIB

Di dalam konteks kaidah Bahasa Indonesia, kata ‘juga’ bisa digunakan untuk menyatakan persetujuan baik dalam kalimat positif maupun negatif.

Word Order

16 February 2024 - 21:08 WIB

Word order secara harfiah adalah susunan (tatanan) kata. Susunan kata bisa mempengaruhi makna suatu kata majemuk, frasa atau bahkan kalimat.

Mumpung dan Aji Mumpung

24 January 2024 - 07:18 WIB

Kata ‘mumpung’ adalah kata keterangan dan sering dimajemukkan dengan kata ‘aji’, menjadi ‘aji mumpung’ yang berfungsi sebagai kata benda.
Trending di Pendidikan & Pengetahuan Umum