Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan & Pengetahuan Umum · 5 Aug 2023 07:43 WIB ·

Reduplikasi dan Frekuentatif: 2 Cabang Linguistik Yang Menciptakan Kata-Kata Baru Yang Bermakna Pengulangan


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Unsplash/JasonLeung Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Unsplash/JasonLeung

Tulisanrakyat.com – Apakah kalian pernah menemukan atau mendengar kata “crisscross”? Mungkin hampir semua pembaca bisa menebak makna dari kata tersebut yaitu saling-silang.

Kata criss-cross konon secara etimologis berasal dari kata Christcross yang secara harfiah bermakna Salib Kristus.

Kata “cross” sendiri artinya salib atau tanda silang (nomina) dan menyilang.(verba).

Christcross” lalu mengalami alterasi menjadi “crisscross” diseragamkan spelling (tulisannya) seperti kata “chit-chat” yang berasal dari kata “chat”.

BACA JUGA: Bahasa Menunjukkan Bangsa, Peribahasa (Suatu Bangsa) Menunjukkan Budaya Bangsa

Reduplikasi dan frekuentatif dalam Bahasa Inggris dibandingkan dengan yang ada di dalam kaidah Bahasa Indonesia.

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/EddieW

Proses morfologi kata seperti itu menurut ilmu bahasa (linguistic) disebut reduplikasi (reduplication).

Reduplication adalah proses to reduplicate yang berasal dari kata to duplicate = membuat duplikat (membuat satu salinan yang sama) dan awalan re– bermakna ulang/lagi. Jadi, to reduplicate = membuat ulang satu salinan yang sama.

Berikut definisi lengkapnya yang diambil dari salah satu kamus Bahasa Inggris.

Reduplication is a morphological process in which the root or stem of a word (or part of it) or even the whole word is repeated exactly or with a slight change.

Kurang lebih bermakna Reduplikasi adalah proses morfologi di mana akar kata atau batang kata (atau bagian dari itu) atau bahkan seluruh kata diulang persis atau dengan sedikit perubahan.

BACA JUGA: Bahasa Menunjukkan Bangsa, Daging Menunjukkan Hewan

Sebagai contohnya, kata “chat” mengalami proses reduplikasi menjadi “chitchat’ bukan “chatchat”.

Kata “chat” diduplikasi ulang atau didobel tetapi mengalami sedikit perubahan yaitu perubahan huruf dan bunyi vokalnya yaitu “chat” menjadi “chit”.

Ada yang mengalami perubahan pada huruf dan bunyi konsonannya seperti “super” menjadi “super-duper”.  Kata “super” menjadi “duper”.

Ada yang tetap proses reduplikasinya seperti “chop” menjadi “chopchop” artinya seluruh kata diulang persis.

Ada juga yang mengalami tambahan huruf mati (konsonan) di depannya, seperti “easy” menjadi “easy-peasy”.

Contoh reduplikasi kata yang mengalami sedikit perubahan (vokalnya)

Reduplikasi Dari kata
chitchatchat
crisscrosscross
dilly-dallydally
fiddle-faddle →fiddle
flip-flopflop
knick-knackknack
tick-tack →tick
tick-tock →tick
tiptoptop
tittle-tattletattle
wish-washwash
zigzag →zig

Kelompok reduplikasi kata di atas memiliki padanan dalam Bahasa Indonesia, antara lain: asal-usul, bolak-balik, kasak-kusuk, mondar-mandir, pilah-pilih, pletat-pletot, plin-plan, puja-puji, saling-silang, sana-sini, serba-serbi, teka-teki, wara-wiri, warna-warni, dan seterusnya.

Contoh lain reduplikasi kata yang mengalami sedikit perubahan (yang ini konsonannya yang berubah).

Reduplikasi Dari kata (origin)
boogie-woogie →boogie (boogy = music dance)
hanky-panky →hanky (handkerchief)
hocus-pocus →hocus (hand trick)
hoity-toity →hoit (play the fool)
hokey-pokey →hocus-pocus
humpty-dumpty →humpty
hurly-burly →hurly (dari kata hurling)
ragtag →rag (ragged)
razzle-dazzle →dazzle
super-duper →super
teeny-weeny →teeny (tiny)

Ada sebagian reduplikasi yang tak jelas asal-usulnya seperti hurdy-gurdy, pow-wow, raggle-taggle (ragtag), namby-pamby, wingding dan willy-nilly.

Pow-wow bermakna dukun obat Indian, atau sebuah pertemuan sosial. Hurdy-gurdy, raggle-taggle, dan wingding tak jelas asal usulnya (unknown).

Namby-pamby adalah julukan untuk Amrose Phillips. Willy-nilly merupakan proses alterasi (perubahan) yaitu dari “will I nill I” atau “will he nill he” = mau tak mau?

Redupliikasi dengan penambahan huruf konsonan

Reduplikasi Dari kata
easy-peasy →easy
itsy-bitsy →itsy

Itsy-bitsy sebenarnya dari kata itty-bitty diambil dari ucapan bayi (baby talk) little bit.

Irregular reduplication (reduplikasi tak beraturan)

Reduplikasi Dari kata
hurry– scurry →hurry
seesawsaw

Regular reduplication (reduplikasi beraturan):  kata yang diduplikat ulang tetap sama.

Reduplikasi Dari kata
chop-chop chop
chowchow chow
go-go →go
knock-knock knock
low-low →low
no-no →no
so-so →so

Dalam Bahasa Indonesia banyak dijumpai reduplikasi kata tanpa perubahan, seperti berikut ini: jangan-jangan, kapan-kapan, liku-liku, paling-paling, sendiri-sendiri, dan seterusnya.

Bagaimana dengan “frekuentatif (frequentative)”? Frekuentatif adalah suatu proses pembentukan verba (verb) baru yang menunjukkan kejadian yang berulang-ulang.

Misalkan, kata “tread” = menginjak (prosesnya hanya sekali) lalu mengalami proses frekuentatif menjadi “treadle’ = menginjak-injak (menginjak secara berulang-ulang). Jadi, frequentative verbs indicate repeated actions.

Dalam Bahasa Indonesia proses verba-nya merupakan proses reduplikasi.

Hanya sekaliBerkali-kali
hitung (menghitung) →menghitung-hitung
lihat (melihat) →melihat-lihat
lompat (melompat) →melompat-lompat
maki (memaki) →memaki-maki
injak (menginjak) →menginjak-injak

Sedangkan dalam Bahasa Inggris proses pembentukan verba frekuentatif (frequentative verbs) hanya dengan cara menambahkan akhiran –er dan –le pada kata yang ada.

Reduplikasi dan frekuentatif dalam Bahasa Inggris di bandingkan dengan yang ada di dalam kaedah Bahasa Indonesia.

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/EddieW

Akhiran –er

Frekuentatif Dari kata
blabber blab
chatter chat
slither slide

Akhiran –le

Frekuentatif Dari kata
bobble bob
curdle curd
dartle dart
dazzle daze
fizzle fizz
gruntle grunt
sniffle sniff
snuffle snuff
sparkle spark
treadle tread
trample tramp

Dalam kaidah Bahasa Indonesia justru kebalikannya, bukan penambahan akhiran melainkan awalan yang justru mengubah reduplikasi kata menjadi lebih singkat.

Bahkan menghilangkan reduplikasinya walaupun maknanya jadi beragam. Tak hanya meliputi verba (verb) saja melainkan juga nomina (noun), adjektiva (adjective), dan adverbia (adverb).

ReduplikasiBermakna berulang-ulang
beres-beres →beberes
bersih-bersih  →bebersih
rintik-rintik →rerintik

 

ReduplikasiBermakna sama
gara-gara →gegara
jaring-jaring →jejaring
laki-laki →lelaki
luhur-luhur →leluhur
rata-rata →rerata
sama-sama →sesama
sekali-sekali →sesekali
sepuh-sepuh →sesepuh
tamu-tamu →tetamu
tangga-tangga →tetangga
tiba-tiba →tetiba
tua-tua →tetua

Selain awalan, ada tambahan akhiran –an jika bermakna jamak

Reduplikasi Jamak
batu-batu →bebatuan
daun-daun →dedaunan
gunung-gunung →pegunungan
pohon-pohon  →pepohonan
rumput-rumput →rerumputan
runtuh-runtuh →reruntuhan
wangi-wangi →wewangian

Demikian artikel kita hari ini tentang reduplikasi dan frekuentatif dalam Bahasa Inggris yang saya coba bandingkan dengan yang ada di dalam kaidah Bahasa Indonesia agar mudah dipahami. Semoga bermanfaat.**

[Referensi: Diambil dari beberapa sumber]

Artikel ini telah dibaca 78 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Akhiran S (Suffix S) dan Apostrophe (‘) S

28 March 2024 - 10:14 WIB

Akhiran S atau Suffix S dan Apostrophe S adalah dua hal yang perlu mendapatkan perhatian dari mereka yang belajar Bahasa Inggris.

Wajib Belajar Pendidikan Dasar: Kenapa Harus 6 dan Lalu 9 Tahun?

25 March 2024 - 15:34 WIB

Wajib Belajar Pendidikan Dasar merupakan program Pemerintah untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman di masa depan.

Haus dan Lapar: Thirsty and Hungry

6 March 2024 - 10:18 WIB

Pada bulan Ramadhan kaum muslimin di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa, yaitu menahan rasa haus dan lapar.

Juga

17 February 2024 - 06:47 WIB

Di dalam konteks kaidah Bahasa Indonesia, kata ‘juga’ bisa digunakan untuk menyatakan persetujuan baik dalam kalimat positif maupun negatif.

Word Order

16 February 2024 - 21:08 WIB

Word order secara harfiah adalah susunan (tatanan) kata. Susunan kata bisa mempengaruhi makna suatu kata majemuk, frasa atau bahkan kalimat.

Mumpung dan Aji Mumpung

24 January 2024 - 07:18 WIB

Kata ‘mumpung’ adalah kata keterangan dan sering dimajemukkan dengan kata ‘aji’, menjadi ‘aji mumpung’ yang berfungsi sebagai kata benda.
Trending di Pendidikan & Pengetahuan Umum