Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan & Pengetahuan Umum · 19 Dec 2023 09:42 WIB ·

Terserah


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik

Tulisanrakyat.com – Apakah Anda pernah mengatakan kata ‘terserah’? Atau mungkin sering. Jika ya, kapan terakhir kali Anda mengucapkan kata tersebut dan kenapa Anda mengucapkannya? Apa sebenarnya makna kata ‘terserah’?

Kata ‘terserah’ seringkali kita jadikan pilihan atau jawaban pamungkas saat kita tak lagi memiliki jawaban atau solusi lainnya atau bahkan ketika kita tak lagi memiliki kuasa untuk menolaknya.

Kata ‘terserah’ seperti identik dengan kata ‘menyerah’ dan ‘pasrah’. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kata ‘terserah’ itu bermakna positif atau negatif?

BACA JUGA: Everybody Wants to Be Free; You Do, Don’t You?

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), makna kata ‘terserah’ adalah sudah diserahkan (kepada); tinggal bergantung (kepada); masa bodoh. Kata tersebut sepertinya sudah menjadi kata umum yang sering dipakai dalam menjawab pertanyaan atau ajakan seseorang.

Misalkan seperti dalam beberapa contoh dialog pendek berikut ini:

“Katanya mau ngopi, ngopi di mana nih? Terserah”.

“Kita pergi ke Bandung sekarang atau besok? Terserah mas aja dech”.

“Kamu mau makan apa? Fast food atau nasi Padang? Terserah.”

BACA JUGA: Vocabulary, Pronunciation, dan Grammar: 3 Aspek Penting dalam Percakapan Bahasa Inggris

Apa makna kata ‘terserah’ dari jawaban ketiga pertanyaan di atas? Kadang sulit menentukan atau memastikan arti kata tersebut karena setiap orang memiliki persepsi dan kondisi yang berbeda.

Atau kata tersebut juga menunjukkan kalau seseorang yang menjawabnya memang tidak tahu yang dimaksud karena kata ‘terserah’ itu mengandung ambiguitas dan seringkali dipengaruhi pula oleh kondisi dan emosi orang tersebut. Coba perhatikan dialog antara seorang ibu dan anak berikut ini.

Anak: “Aku mau hape merek Samsung yang baru, ma.”

Ibu: “Yang seken aja ya nak karena uangnya gak cukup.”

Anak: Gak mau! Aku mau yang baru.

Ibu: Uangnya gak cukup, nak. Yang seken aja ya?

Anak: Terserah!

Dari dialog di atas, apakah anak itu mau dengan hape seken pilihan mamanya? Sulit mengartikannya.

Artinya jika orang yang mengucapkannya dalam kondisi marah atau ngambek ini disebabkan karena apa yang diinginkannya tak terwujud dan keputusannya pun ditentukan oleh orang lain yang lebih dominan dalam hal ini ibunya sehingga kata ‘terserah’ sebagai jawaban terakhir sang anak bermakna kekecewaan ketika harapan tak sama dengan kenyataan.

Mari kita bandingkan kata ‘terserah’ dengan kata lainnya.

Aktif (sengaja)Pasif (tak sengaja)Pasif (sengaja)
membakarterbakardibakar
membunuhterbunuhdibunuh
menimbuntertimbunditimbun
menyerah(kan)terserahdiserah(kan)

Jadi, kata ‘terserah’ mengandung makna pasif, yaitu ‘diserahkan secara tak sengaja’, artinya dominasi lawan bicaranya lebih kuat sehingga orang yang meresponnya dengan kata tersebut menjadi ikut apa maunya atau keputusannya.

Bisa juga karena memang tak punya pilihan dan tak tahu apa yang harus dipilih. Penulis masih ingat betul saat sedang berada di Korea Selatan. Jujur waktu itu kalau mau makan, merasa bingung enggak tahu harus memilih apa.

Jadi kalau diajak makan sama teman-teman dari Korea, saya bilang ikut saja (terserah mereka) asal halal.

Terserah juga bermakna tidak peduli menurut KBBI seperti definisi poin ketiga, yaitu masa bodoh karena orang yang mengatakannya sudah bosan atau lelah dengan kondisi yang sering terjadi berulang-ulang.

Kata itu adalah jawaban yang menggantung dan gaje (enggak jelas, not clear) dan biasanya tipe orang dengan jawaban ‘terserah’  dianggap memiliki kecenderungan ikut lingkungan dan kurang inisiatif serta kurang mau memikul tanggungjawab.

Makna ‘terserah’ menjadi ‘menyerah’ (kan diri) atau mengikuti pilihan yang ada.

Dari contoh dan uraian di atas, kata ‘terserah’ cenderung memiliki konotasi kata yang bersifat negatif. Lalu, bagaimana agar kata itu dapat bermakna atau memiliki persepsi yang positif?

Tentunya, dibutuhkan komunikasi yang baik karena komunikasi merupakan kebutuhan manusia guna berinteraksi dengan manusia yang lain.

Setiap manusia tidak pernah bisa lepas dari komunikasi. Dalam hal ini, manusia berkomunikasi melalui bahasa, baik secara lisan maupun tulisan.

Setiap manusia yang berkomunikasi menginginkan agar apa yang disampaikan itu dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh lawan bicara atau pembaca yang lain.

Berkomunikasi pasti menyampaikan isi pikiran kita kepada orang lain dengan menggunakan bahasa yang baik dan mudah dipahami. Artinya dengan menggunakan kata ‘terserah’ kita berpikir bahwa kita juga memiliki ide dan konteks yang sama dengan lawan bicara kita.

Agar kata tersebut bermakna ‘jangan menyerah’ maka ada baiknya kita ubah stigma kata tersebut dari bermakna kurang inisiatif menjadi berinisiatif.

Artinya saat mengucapkan atau menjawab sesuatu dengan kata itu, hal itu sebaiknya disertai oleh ide, saran, atau masukan kita.

Misalkan, “Mau makan apa dan di mana kita hari ini?”. Maka alangkah baiknya jika dijawab dengan: “Terserah kamu aja, tetapi kalau boleh usul kita makan fried chicken di KFC aja. Gimana?”

“Kita pergi ke Bandung sekarang atau besok, Lin? Terserah mas Eddie aja tetapi sebaiknya besok aja karena hari ini aku harus menyelesaikan tugasku dulu. Gimana?”

Terserah memang sebuah kata yang sifatnya ambigu; enggak jelas dan membingungkan; bisa bermakna positif atau negatif, bergantung pada konteks pembicaraan kita; dengan siapa kita bicara dan bagaimana emosi kita saat bicara.

Kata itu bisa bermakna menyerah, pasrah dan masa bodoh. Terserah bisa bermakna setuju dan sependapat dengan lawan bicara kita. Gimana menurut para pembaca? Setujukah? Terserah pembaca aja dech … hehe.

Kok jadi pasrah ya? Ayo, tetap semangat dan ‘jangan pernah menyerah’ dan jangan katakan ‘terserah’. Jadilah pribadi yang inspiratif dan punya inisiatif.

Last but not least, mari kita selalu ingat bahwa setiap kata yang kita ucapkan adalah cerminan dari lubuk hati kita oleh karena itu berkatalah selalu dengan baik dan bijak. Jaga lidah kita dari kata-kata yang buruk.

Dengan lidah yang positif, kita dapat menginspirasi diri kita sendiri dan orang lain untuk mencapai hal-hal besar. Ingat, mulutmu adalah harimaumu.

Segala ucapan yang kita keluarkan dari mulut kita jika tidak kita pikirkan masak-masak atau terlebih dahulu akan merugikan diri kita sendiri. Jika tidak mampu berkata dengan baik, lebih baik kita diam seperti apa pepatah bilang: “Silence is golden = Diam itu adalah emas.”

Bahkan ketika seorang terduga pelaku suatu kejahatan tertangkap di Amerika, ia akan diingatkan oleh polisi yang menangkapnya dengan mengatakan dan membacakan hak-haknya: “You have the right to remain silent. Anything you say can and will be used against you in a court.” = Anda berhak untuk tetap diam.

Apapun yang Anda katakan dapat dan akan digunakan untuk melawan diri Anda sendiri di pengadilan.**

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Akhiran S (Suffix S) dan Apostrophe (‘) S

28 March 2024 - 10:14 WIB

Akhiran S atau Suffix S dan Apostrophe S adalah dua hal yang perlu mendapatkan perhatian dari mereka yang belajar Bahasa Inggris.

Wajib Belajar Pendidikan Dasar: Kenapa Harus 6 dan Lalu 9 Tahun?

25 March 2024 - 15:34 WIB

Wajib Belajar Pendidikan Dasar merupakan program Pemerintah untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman di masa depan.

Haus dan Lapar: Thirsty and Hungry

6 March 2024 - 10:18 WIB

Pada bulan Ramadhan kaum muslimin di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa, yaitu menahan rasa haus dan lapar.

Juga

17 February 2024 - 06:47 WIB

Di dalam konteks kaidah Bahasa Indonesia, kata ‘juga’ bisa digunakan untuk menyatakan persetujuan baik dalam kalimat positif maupun negatif.

Word Order

16 February 2024 - 21:08 WIB

Word order secara harfiah adalah susunan (tatanan) kata. Susunan kata bisa mempengaruhi makna suatu kata majemuk, frasa atau bahkan kalimat.

Mumpung dan Aji Mumpung

24 January 2024 - 07:18 WIB

Kata ‘mumpung’ adalah kata keterangan dan sering dimajemukkan dengan kata ‘aji’, menjadi ‘aji mumpung’ yang berfungsi sebagai kata benda.
Trending di Pendidikan & Pengetahuan Umum