Menu

Mode Gelap
 

Opini · 5 Aug 2023 07:49 WIB ·

Politik Identitas, Sebuah Keniscayaan di Indonesia yang Bhinneka


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/ Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/

Tulisanrakyat.com – Indonesia, sebagai negara dengan keanekaragaman budaya, etnis, agama, dan bahasa, telah lama diakui sebagai cerminan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Dalam konteks politik, fenomena “politik identitas” muncul sebagai fenomena yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Meskipun kontroversial, politik identitas menjadi sebuah keniscayaan di Indonesia, di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang.

Politik identitas merujuk pada praktik memobilisasi dukungan politik berdasarkan pada identitas kelompok tertentu, seperti etnis, agama, atau gender.

BACA JUGA: Politik Identitas: Bahayakah di Tengah Indonesia yang Bhinneka?

Di Indonesia, negara dengan lebih dari 17.000 pulau dan ratusan suku serta bahasa, politik identitas muncul sebagai respons alami terhadap keberagaman ini.

Namun, seiring dengan pertumbuhan demokrasi dan akses informasi yang semakin luas, politik identitas juga dampak dan tantangan tersendiri.

Salah satu dampak positif dari politik identitas adalah pemberian ruang bagi kelompok-kelompok minoritas yang sebelumnya merasa terpinggirkan.

BACA JUGA: Rokok, Musuh Nomor Satu Paru-Paru

Melalui politik identitas, mereka dapat memperjuangkan hak-hak mereka dan meningkatkan kesadaran tentang isu-isu yang mereka hadapi.

Namun, kekhawatiran muncul ketika politik identitas berkembang menjadi alat untuk memecah belah masyarakat, memperdalam kesenjangan, dan merongrong kesatuan nasional.

Dalam realitas Indonesia, politik identitas sering terkait dengan agama dan suku. Isu-isu seperti perlindungan hak-hak minoritas agama, dan pemenuhan hak-hak suku pribumi terus menjadi bahan perdebatan.

Pemerintah dan lembaga terkait harus memastikan bahwa politik identitas tidak mengarah pada diskriminasi atau konflik sosial.

Sebaliknya, politik identitas seharusnya diarahkan untuk membangun pemahaman lintas kelompok, memperkuat toleransi, dan mendorong kerja sama dalam menghadapi tantangan bersama.

Dalam menghadapi kompleksitas politik identitas, pendekatan yang berimbang sangat penting.

Pendidikan dan kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan, sehingga warga negara memahami bahwa keberagaman adalah kekayaan dan bukan alasan untuk saling bermusuhan.

Pemimpin dan partai politik juga memiliki peran besar dalam membentuk narasi yang inklusif, menekankan persatuan di tengah perbedaan.

Dalam mengatasi tantangan politik identitas, Indonesia dapat melihat pada nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika sebagai panduan.

Memahami bahwa perbedaan adalah kodrat, dan merayakan pluralisme sebagai kekuatan, akan membantu menciptakan masyarakat yang lebih kuat dan bersatu.

Politik identitas bukanlah masalah yang bisa dihapuskan sepenuhnya, tetapi dengan pendekatan yang bijak dan kesadaran kolektif, Indonesia bisa menjadikannya sebagai alat untuk memajukan bangsa, tanpa mengorbankan prinsip persatuan dan kesatuan yang dijunjung tinggi.**

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Susi Pudjiastuti dan Peluangnya Jadi Cawapres Anies Baswedan pada Pilpres 2024

7 August 2023 - 12:48 WIB

Kemungkinan pasangan Anies Baswedan dan  Susi Pudjiastuti dalam Pilpres 2024 tentu menarik perhatian banyak orang.

Politik Identitas: Bahayakah di Tengah Indonesia yang Bhinneka?

4 August 2023 - 11:13 WIB

Jika dijalankan dengan bijak, politik identitas bisa menjadi alat untuk memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Trending di Opini