Menu

Mode Gelap
 

Life · 9 Aug 2023 06:41 WIB ·

Kinski, Anakku, Ternyata Autis: Apa Sebenarnya Autis itu?


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Eddie Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Eddie

Tulisanrakyat.com – Pernahkah kalian mendengar kata “autis”? Jujur, penulis sendiri sebelumnya belum pernah tahu apa itu autis atau autisme. Baru tahu istilah tersebut setelah sadar bahwa anak kami, Christia Kinski, didiagnosis sebagai penyandang autisme.

Dia lahir pada pukul 05.30 tanggal 12 Januari 1999 dengan berat kurang lebih dari 4,5 kilogram di Rumah Sakit Muhammadiah Taman Puring, Jakarta Selatan melalui kelahiran Caesar. Mungkin karena bayinya besar maka dilakukan operasi Caesar.

Bahagia tak terkira rasanya saya dan istri karena Kinski adalah anak pertama kami. Terlahir sehat secara fisik dan tak ada tanda-tanda kelainan pada fisiknya. Normal dan sempurna.

BACA JUGA: ‘Di Setiap Keluarga, Pasti Ada Satu Anak yang Proses Hidupnya Berat Banget’

Tak terasa dengan berjalannya waktu Kinski sudah menginjak usia lima tahun. Yang membuat kami cemas dia belum mampu mengucapkan sepatah katapun.

Kami mulai merasa khawatir apa yang terjadi padanya. Kenapa dia belum bisa bicara? Padahal saudara sepupunya Cilla, Livan dan Nathan sudah mampu bicara.

Lalu, kami coba cari tahu dengan membawanya ke rumah sakit. Akhirnya, dokter mendiagnosis dan menyatakan Kinski autis karena ada beberapa faktor yang memenuhi kriteria bahwa Kinski tergolong ke dalam anak dengan autisme.

BACA JUGA: Cinta itu Memang Buta, Tidak Pakai Logika, Tidak Pandang Usia, Penuh Misteri, dan Gila Banget

Ciri-ciri anak autis adalah:
1. Sering terlihat asyik dengan dunianya sendiri.
2. Sulit bersosialisai
3. Tidak ada kontak mata saat diajak bicara.
4. Tidak mau menoleh saat dipanggil namanya.
5. Kurang responsif atau sensitif terhadap perasaannya sendiri atau
orang di sekitarnya.
6. Sering ngomong sendiri dengan bahasa yang tak bisa dipahami.
7. Kalau jalan sering jinjit atau kadang seperti melompat-lompat.
8. Cenderung hiperaktip dan seringkali tidurnya larut malam.
9. Akan menarik tangan orangtuanya jika meminta sesuatu (terutama
jika diajak berbelanja ke supermarket).
10. Tidak bisa diperintah.
11. Tidak bisa meniru orang lain.

Apa sebenarnya autis itu? Autis merupakan salah satu gangguan pada anak yang ditandai munculnya gangguan keterlambatan dalam bidang kognitif, komunikiasi, ketertarikan pada interaksi sosial dan perilakunya.

Kinski masuk kategori anak autis karena sudah memenuhi minimal 5 kriteria. Kata dokter diagnosanya terlambat karena Kinski sudah berusia lima tahun. Kami berdua memang sibuk bekerja.

Sedangkan anak kami, Kinski dan adiknya Vinski, diasuh oleh dua pengasuh kami.

Menurut dokter, anak autis sudah bisa terdeteksi saat menginjak usia tiga tahun. Kami memang lalai karena kesibukan kami.

Untuk penyembuhan Kinski buat kami gak ada istilah terlambat. Kami akan melakukan apa saja demi kesembuhan anak kami. Sejak itu kami selalu meluangkan waktu untuk Kinski terutama saat libur.

Kinski membonceng adiknya, Vinski.

Pertama, mengatur makanan dan pola makannya sebab yang menjadi tantangan buat kami adalah bagaimana menghentikan atau setidaknya mengurangi kebiasaannya mengkonsumsi makanan kesukaannya.

Makanan kesukaannya seperti susu dan mie adalah makanan yang justru dilarang dikonsumsi oleh anak penderita autis karena mengandung gluten, kasein, phenol dan food additive.

Kandungan-kandungan tersebut diduga sebagai salah satu pemicu munculnya sikap agresif di otak.

Butuh waktu lama. Saya dan istri bergantian untuk menjaganya dan mengajaknya bicara. Tidur kami pun sedikit. Kami tidur setiap harinya rata-rata pada pukul 2 atau 3 pagi. Pada pukul 6 kami harus bangun karena harus bekerja.

Sampai akhirnya, saya memutuskan berhenti bekerja untuk sementara waktu pada  2004 demi fokus merawatnya.

Kinski sebelah kiri bersama adiknya, Vinski. Sering berdua sejak kecil.

Lambat laun, banyak perubahan dan kemajuan yang didapat. Kinski mulai bisa mengucapkan kata “mama papa” pada usia enam tahun.

Tak terhingga rasa bahagianya hati kami. Lalu, minggu berganti minggu. Bulan berganti bulan. Makin banyak perbendaharaan kata yang mampu dia ucapkan walaupun masih terbalik-balik. Contohnya adalah (seingat kami):

Diucapkan oleh Kinski menjadi
AmerikaAmrika
gastrucid (obat maag)gasutrid
kamar mandikermandi
macancaman
moladerm (obat gatal)molarem
palsupasul
sosialisasisosilasi

Bahagia mendengar dia mampu mengucapkan banyak kata walaupun terbolak-balik dan lucu mendengarnya. Kami pikir itu bagian dari proses belajar untuk bicara.

Kami selalu apresiasi walaupun salah dan tak lupa kami coba bantu meralatnya. Dia seringkali sulit mengucapkan kata-kata yang panjang. Alhamdulillah, sekarang sudah mulai bisa.

Kini Kinski sudah lulus SMK dan banyak bicara (talkative). Dia suka kepo dengan apa yang dikerjakan oleh adik-adiknya atau papa mamanya.

Dia sering kasih komentar panjang walaupun tidak kita minta. Apa saja dikepoin dan dikomentarin.

Banyak hal yang menjadi faktor penyembuhannya. Selain kuasa Tuhan, salah satunya adalah karena dia memiliki banyak adik sehingga dia memiliki teman bermain, teman berinteraksi, dan tentunya teman yang tak pernah bosan mengajarkannya berkomunikasi.

Jujur saja, sejak awal dia mau sekolah kita sebagai orangtua begitu stress. Mampukah dia mengikuti pelajaran? Mampukah dia berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman-temannya di sekolah?

Begitu banyak pertanyaan muncul di benak kami. Alhamdulillah, akhirnya semua berjalan seperti air yang mengalir walaupun di tahun pertama banyak hambatannya. Dia pelan-pelan mampu mengatasi segala kendala dihadapannya.

Setelah lulus SMK, rencananya dia akan melanjutkan studinya di Universitas Terbuka (UT) dan akan mencoba usaha makanan atau bisnis kuliner (istilah kerennya) karena memasak merupakan hobi utamanya.

Bicara masak-memasak, jangan pernah coba-coba meragukan kemampuannya. Dia menjadi andalan keluarga. Semua sarapan dan makan siang kami terutama untuk adik-adiknya dia yang siapkan.

Dia juga sudah mampu mengendarai roda dua. Bukan hanya sepeda bahkan motor (matic). Malah ketika sudah kelas V (5) SD dia mulai bersepeda ke sekolah. Jadi, tak perlu antar jemput. Belajar mandiri.

Di SMK dia pun mengendarai sepeda motor ke sekolah khususnya ketika sudah duduk di kelas XII (12). Tentunya, sudah dilengkapi SIM C. Dia begitu mandiri layaknya anak-anak sebayanya.

Dia hobi berbelanja dengan sepeda motornya. Sering menawarkan jasa jika kami butuh sesuatu. Lalu, dengan sigapnya dia meluncur ke mini market atau warung kecil untuk membeli kebutuhan kami.

Demikian sepenggal tulisan tentang kisah anak kami. Maaf jika kurang lengkap. Ada niatan penulis untuk menceritakannya secara detil dan menuangkannya ke dalam sebuah buku.

Bagi pembaca yang memiliki anak atau anggota keluarga seperti anak kami, pesan dari kami: “Jangan pernah menyerah”.

Tak ada penyakit yang tak ada obatnya. Karena Allah tidak pernah menurunkan penyakit melainkan obatnya.

Anak adalah titipan Tuhan. Setiap anak sudah ada rezeki dan jalannya masing-masing. Tetaplah dukung dan doakan yang terbaik untuknya.

Semoga artikel ini dapat menjadi bahan pelajaran dan renungan bagi kita semua. Tak ada gading yang tak retak. Tak ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan hanya milik Allah. Tetap semangat.**

#autisme #anakautis #tetapsemangat #sekolah #culinary

Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Uang Tidak Kenal Saudara dan Bisa Mengubah Karakter Seseorang, Benarkah?

28 December 2023 - 17:41 WIB

Hidup itu akan jauh lebih tenang tanpa utang, bukan tanpa uang. Artinya, punya uang tetapi banyak utang enggak akan membuat kita bahagia.

Kesetiaan: Mana Yang Lebih Setia Kepada Manusia, Anjing atau Kucing?

11 October 2023 - 09:54 WIB

‘Kesetiaan’ itu memang ‘mahal’ walaupun kadang harus dibayar dengan ‘pengorbanan’. Mari kita belajar untuk ‘tetap setia’.

Pillow Talk: Agar Hubungan Suami dan Istri Langgeng

25 September 2023 - 09:54 WIB

Temukan cara yang paling sesuai dengan Anda dan pasangan Anda untuk menjadikan Pillow Talk sebagai rutinitas yang memperkaya hubungan Anda.

Love Scam: Bahaya Cinta Palsu yang Ditebar di Media Sosial

15 September 2023 - 08:45 WIB

Love scam adalah ancaman serius di dunia digital saat ini. Penting bagi kita semua untuk menjadi lebih waspada dan berhati-hati.

Menahan Rasa Suka pada Seseorang = Menahan Rasa Ingin Kentut

12 August 2023 - 13:51 WIB

Menahan diri untuk tidak mengungkapkan perasaan suka atau menahan rasa ingin kentut sebenarnya adalah tindakan menghormati batasan.

Hari Bermalas-Malasan: 10 Lagu yang Cocok Temani Kamu pada Lazy Day

10 August 2023 - 19:19 WIB

Jadi, pilihlah lagu favoritmu yang membuat kamu menikmati hari bermalas-malasan dan momen istirahatmu dengan penuh kenyamanan.
Trending di Life