Menu

Mode Gelap
 

Collection · 29 Feb 2024 08:59 WIB ·

Nama Negara dan Kota Yang Disebut Berbeda di Dalam Bahasa Inggris dan Indonesia


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik

Tulisanrakyat.com – Hampir semua tempat atau wilayah di seluruh dunia ini memiliki nama, apakah itu desa, kecamatan, kabupaten ataupun kotamadya. Bahkan, gunung, danau, sungai dan laut pun memiliki nama.

Nama adalah identitas atau jati diri dan berfungsi untuk membedakan dari jenis yang sama dan agar kita dapat mengidentifikasinya dengan mudah. Ada gunung Semeru, ada gunung Agung. Ada sungai Amazon di Brazil, ada sungai Nil di Mesir.

Ada kota Jakarta dan kota Bandung di pulau Jawa. Nama-nama tempat tersebut tetap berlaku umum dan sama bagi siapapun yang menyebutnya. Misalkan, kota Jakarta.

Orang asing dari manapun asalnya (Amerika, Inggris, Spanyol, Italia, dsb) akan tetap menyebutnya Jakarta bukan Jaka Arta. Hehe.

BACA JUGA: The Present Continuous Tense Sebagai Future Tense

Demikian halnya dengan nama-nama negara. Tetapi kenapa orang Inggris menyebut Polska (sebutan orang Polandia untuk nama negaranya) dengan nama Poland? Atau menyebut kota Napoli di Italia dengan nama Naples? Apakah orang Inggris tidak bisa melafalkan Polska dan Napoli?

Terlihat dan terdengar aneh ya? Untuk menjawabnya, tentu kita harus mencari dan menggali informasi yang terkait dengan terminologi dari nama-nama tersebut.

Ada cukup banyak nama tempat, kota dan negara di seluruh dunia yang ditulis (spelled) atau dilafalkan (pronounced) secara berbeda oleh orang Inggris. Apa mereka tuli dan buta aksara? Memang tidak semuanya diubah penulisan dan pelafalannya.

BACA JUGA: Should + (Not) + Have + Past Participle: Penggunaan dan Contohnya

Di artikel kita kali ini, kita akan membahas nama-nama kota dan negara yang menjadi berbeda sebutannya jika dikatakan dalam Bahasa Inggris (baca: disebut oleh orang Inggris) dan kaitannya dengan bahasa nasional kita, bahasa Indonesia.

Orang Inggris menyebut Polandia dengan sebutan Poland karena kata ini secara harfiah bermakna ‘land of fields’ = (po)le (land), tanah lapang atau tanah datar yang berasal dari kata ‘pole’ = datar seperti tiang. Namun cerita di balik nama negara ini nampaknya sedikit lebih rumit dari itu. Faktanya, nama Polska berasal dari salah satu suku di Polandia yang mendirikan negara tersebut pada abad ke 10.

Sedangkan kita (baca: orang Indonesia) menyebut Polandia dengan mengadopsi dari kata Poland dalam Bahasa Inggris dengan menambahkan akhiran –ia.

Kita seringkali menambahkan akhiran –ia untuk beberapa negara yang diakhiri dengan kata ‘land’ (pulau atau daratan), seperti pada contoh lainnya adalah Irlandia dari Ireland; Skotlandia dari Scotland; Eslandia dari Iceland; Finlandia dari Finland; Selandia Baru dari New Zealand; dan seterusnya kecuali Thailand yang tetap sama (bukan Thailandia). Tetapi di Polandia Thailand disebut Tajlandia.

Atau jangan-jangan kita mengadopsinya dari bahasa Polandia. Logis juga sih (sedikit maksain,,hehe) karena warna bendera kita sama cuma terbalik saja. Indonsia merah putih  sedangkan Polandia putih merah. Kalau enggak percaya, coba perhatikan daftar nama negara di bawah ini dalam Bahasa Inggris dan Polandia.

InggrisPolandia
BritainBrytania
EnglandAnglia
FinlandFinlandia
HollandHolandia
IcelandIslandia
IrelandIrlandia
New ZealandNowa Zelandia

Tetapi bedanya di dalam bahasa Indonesia, akhiran –ia ini tidak hanya kita (baca: orang Indonesia) tambahkan ke nama-nama negara dengan –land seperti pada penjelasan sebelumnya, melainkan pada nama negara-negara tertentu seperti Swedia (Sweden), Hungaria (Hungary) dan Tunisia (Tunis).

Ada juga yang sama dengan Bahasa Inggris seperti:  Australia (Australia), Austria (Austria), Bosnia (Bosnia), Bulgaria (Bulgaria), Kroasia (Croatia), Rumania (Romania), Rusia (Russia) dan Slovakia (Slovakia), kecuali Kamboja (Cambodia) dan Suriah (Syria).

Lalu, kenapa kota Napoli dilafalkan dan dieja secara berbeda oleh orang Inggris? Konon secara historis, orang Inggris menyebut kota Napoli menjadi Naples karena mereka mengadopsi kata itu dari ucapan orang Prancis ‘Napples’ tentang kota Napoli yang berasal dari kata Neapolis dengan membuang huruf ‘o’ nya.  Ooo…gitu ya.

Begitu halnya dengan kota Torino yang disebut Turin oleh orang Inggris. Konon, katanya nama kota itu berasal dari bahasa Latin ‘Taurinum”. Beda jauh banget ya?

Beda lagi dengan kota yang terletak di negara Jerman ini, yaitu kota Munchen yang oleh orang Inggris disebut Munich. Waduh, beda lagi. Kok orang Jerman gak marah ya? Coba kamu bayangkan kalau nama kamu Iwan tetapi dipanggil Ivan.

Lalu nama Iwan Fals menjadi Ivan Fals. Iwan Fals pun dalam lagunya mengatakan … pagi Winarto malam Winarti. Waduh itu kan namaku. Alhamdulillah, untung salah … yang benar adalah Paginya Sunarto malam Sunarti.

Kembali ke kota Munchen. Secara terminologis, akar kata Munchen atau Munich itu adalah Munichen yang dalam bahasa Jerman klasik adalah ‘(Kota) Para Pendeta’. Akar kata Munichen sama dengan Monako, salah satu negara kecil dan kaya di Eropa, dengan arti yang sama.

Baik Bahasa Inggris dan Jerman mengalami perubahan dalam penyebutan kata tersebut. Bahasa Inggris membuang akhiran –en di banyak kosa kata seperti :

Bahasa InggrisBahasa Jerman
drinktrinken
helphelfen
singsingen

Termasuk kota Munichen menjadi Munich. Demikian halnya dengan bahasa Jerman, ia pun mengalami perubahan. Bedanya nama Munichen mengalami proses umlautisasi, di mana fonem ‘U’ pendek  pada nama Munichen dibuat menjadi lebih panjang (ὓ) tetapi penggalan kata pada Munichen tidak berubah.

Seharusnya Munichen akan menjadi Mϋnichen, yaitu 3 suku kata dan karena huruf ‘i’ menjadi samar dan nyaris tak terbaca sehingga menjadi Mϋnchen (2 suku kata). It’s clear enough, right? Atau masih gaje? Baca lagi dech pelan-pelan.

Proses perubahan pengejaan (spelling) dan pelafalan (pronunciation) tidak hanya terjadi di dalam Bahasa Inggris saja. Hal ini juga terjadi di dalam bahasa Indonesia. Perubahan nama-nama negara tertentu seperti Holland menjadi Belanda; England menjadi Inggris; Nihon atau Nipon menjadi Jepang dan Portugal menjadi Portugis, di mana semua negara tersebut secara historis memiliki kaitan yang erat dengan Indonesia karena kolonialisme.

Kenapa kita menyebut Holland dengan Belanda? Konon katanya kata Belanda diambil dari bahasa Portugis dan Spanyol yaitu Holanda yang kemudian dilafalkan menjadi Wolanda oleh beberapa suku di Indonesia.

Sementara dalam adaptasi lidah orang Sunda, nama itu menjadi Walanda sampai sekarang. Akhrnya, lafal itu mengalami perubahan dalam bahasa Indonesia modern menjadi Belanda.

Nama Jepang diambil dari kata Bahasa Inggris Japan merujuk pada negara matahari terbit tersebut walaupun mereka (orang Jepang) menyebutnya dengan sebutan Nihon atau Nipon. Sedangkan Orang Malaysia mengadopsi juga dari Bahasa Inggris tetapi beda sebutannya dengan orang Indonesia. Mereka menyebutnya Jepun.

Nama Portugis tentunya tidak asing lagi bagi kita saat kita belajar tentang sejarah saat masih duduk di bangku SD atau SMP. Filipina dan Timor Timur (kini, Timor Leste) adalah dua negara bekas jajahan Portugis (salah), yang benar seharusnya bekas jajahan Portugal.

Di sini terlihat ada salah penggunaan nama negara terebut. Nama Portugis secara eksplisit jelas diambil dari Bahasa Inggris, Portuguese yang merupakan kata sifat atau kata benda yang menunjukkan bahasa atau orang Portugal (negara).

Lalu, kenapa England kok menjadi Inggris? Menurut sejarah, sebelum pendudukan Jepang tahun 1941, bangsa Indonesia masih menyebut Britain untuk Inggris dengan sebutan Britania (dengan menambahkan akhiran –ia). Maka Great Britain menjadi Britania Raya dan nama England menjadi Inglandia.

Hipotesisnya, adalah Jepang yang pertama kali memperkenalkan nama Inggris kepada orang Indonesia. Pada mulanya, mereka melafalkan kata English menjadi Ing-gu-ris. Sebagaimana kita ketahui, fonem /l/ cenderung dilafalkan /r/ oleh orang Jepang seperti dollar dan hotel menjadi dara dan hoter. Terjawab sudah teka-teki kenapa England di-Indonesiakan menjadi Inggris ya.

Berikut ini nama-nama negara dan kota dengan sebutan bahasa (negara) aslinya disertai dalam Bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

 

  1. Nama-nama negara

 

Sebutan di negara asalnyaSebutan oleh orang InggrisSebutan oleh orang Indonesia
Al-Imarat al-Arabiyya I-mutttahidaUAE (United Arab Emirates)UEA (Uni Emirat Arab)
Al-MaghribMoroccoMaroko
CestinaCzechCeko
Cote d’IvoireIvory CoastPantai Gading
DeutschlandGermanyJerman
ElladaGreeceYunani
EspanaSpainSpanyol
HangugKoreaKorea
HrvatskaCroatiaKroasia
KampoucheaCambodiaKamboja
LavLaosLaos
MagyarorszagHungaryHungaria
Mashr, MisrEgyptMesir
Moadivs EveMaldivesMaladewa
NederlandThe NetherlandBelanda
NihonJapanJepang
Papua New GuineaPapua New GuineaPapua Nugini
PolskaPolandPolandia
PratheshiyThailandThailand
RossiyaRussiaRusia
Sri LamkayaSri LankaSrilanka
  1. Nama-nama kota

 

Sebutan di negara asalnyaSebutan oleh orang InggrisSebutan oleh orang Indonesia
Den Haag (Belanda)The HagueDenhag
Firenze (Itali)FlorenceFlorentina
Genf (Swiss)GenevaJenewa
Kobenhavn (Denmark)CopenhagenKopenhagen
Lisboa (Portugal)LisbonLisabon
Moskva (Rusia)MoscowMoskow
Mumbai (India)BombayBombai
Munchen (Jerman)MunichMunich, Munchen
Napoli (Itali)NaplesNapoli
Praha (Ceko)PraguePraha
Roma (Itali)RomeRoma
Torino (Itali)TurinTorino
Venezia (Itali)VeniceVenesia
Warszawa (Polandia)WarsawWarsawa

Dari daftar di atas, sebutan nama-nama negara dan kota di dalam bahasa Indonesia (baca: oleh orang Indonesia) diadopsi dari berbagai bahasa, ada yang diambil dari sebutan aslinya, ada pula yang diambil dari sebutan Bahasa Inggris (orang Inggris), atau bahkan sebutan dari bahasa lainnya.

Misalnya sebutan untuk negara Spanyol yang diambil dari bahasa Spanyol, yaitu español. Walaupun orang Spanyol sendiri menyebut negara mereka España dan orang Inggris menyebutnya Spain.

Begitu halnya dengan negara Mesir yang kita ambil dari sebutan aslinya (oleh bangsa Mesir) yaitu Mashr atau Misr dan anehnya orang Inggris menyebutnya Egypt. Kok bisa begitu ya? Wajarlah karena pujangganya (William Shakespear) saja ngomong begini: “Apa artinya sebuah nama?”. Hehe. Iya ya sekarepku dewe.

Demikian artikel kita kali ini, semoga bermanfaat.**

[Referensi: Diambil dari berbagai sumber]

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hijab Bukanlah Helm Tetapi Keduanya Sama-sama Penutup Kepala

5 April 2024 - 14:35 WIB

Hijab dan helm yang menjadi topik bahasan saya di artikel kali ini terkait dengan wanita pengendara motor.

Tidur Secukupnya: Life Is So Short

25 March 2024 - 09:42 WIB

Kesehatan tidur atau lebih dikenal dengan istilah sleep hygiene yang mengacu pada kebiasaan, perilaku dan faktor lingkungan yang sehat.

Tumben

21 March 2024 - 09:40 WIB

Menurut KBBI, ‘tumben’ bermakna (1) mula-mula sekali; (2) ganjil benar kali ini (tidak sebagai biasa atau menyalahi dugaan).

Bandel dan Nakal: Negatifkah Konotasinya?

15 March 2024 - 13:13 WIB

Secara umum, awalnya kata bandel dan nakal tersebut identik dengan perilaku anak-anak yang kurang baik seperti telah didefinisikan oleh KBBI.

Jaywalking, Zebra Cross, and Pelican Crossing

1 March 2024 - 10:05 WIB

Di negara seperti Amerika, Inggris, dan Korea Selatan jaywalking dianggap melanggar hukum dan bisa dikenakan sanksi, termasuk di Indonesia.

Menulis Adalah Warisan Masa Depan

26 February 2024 - 11:39 WIB

Dengan menulis, kita bisa menungkapkan emosi, ide, dan pemikiran kita yang akan menjangkau siapa saja di mana pun mereka berada.
Trending di Collection