Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan & Pengetahuan Umum · 16 Feb 2024 21:08 WIB ·

Word Order


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik

Tulisanrakyat.com – Mana yang kalian suka, coklat susu atau susu coklat? Samakah coklat susu dengan susu coklat? Tentu saja berbeda. Coklat susu adalah coklat sebagai komponen dasar lalu ditambahkan susu sebagai komponen tambahan sedangkan susu coklat adalah susu (komponen dasar) yang ditambahkan coklat (komponen tambahan). Keduanya memiliki makna yang berbeda karena letak katanya berbeda, tergantung pada mana yang menerangkan (MD) dan mana yang diterangkan (DM), dan ini yang dinamakan word order.

Word order secara harfiah adalah susunan (tatanan) kata. Susunan kata bisa mempengaruhi makna suatu kata majemuk, frasa atau bahkan kalimat. Artinya, letak suatu kata dapat mempengaruhi makna dari kata majemuk, frasa dan kalimatnya.

Misalkan,

Kata majemuk Chocolate milk

(susu coklat)

Milk chocolate

(coklat susu)

FrasaA big, long houseA long, big house
(rumah panjang yang besar)(rumah besar yang panjang)
Kalimat It is big too.It is too big.
(Ini besar juga)(Ini terlalu besar)

BACA JUGA: Consonant Digraph vs Consonant Blend: Definisi dan Contohnya

Untuk kata majemuk, jelas sekali perbedaan maknanya, contoh lainnya adalah kata red blood dan blood red.  Kata red blood (darah merah), kata red (merah) menerangkan blood (darah) sedangkan pada kata blood red (semerah darah), kata blood menerangkan red (merah).

Di dalam Bahasa Indonesia cukup banyak kata majemuk yang memiliki pasangan kata yang berbeda posisi dengan makna yang berbeda pula, seperti

kaca rumahrumah kaca
(kaca untuk rumah)(rumah terbuat dari kaca)
kopi susususu kopi
(kopi ditambah susu)(susu ditambah kopi)
pantai pasir pasir pantai
(pantai berpasir)(pasir dari pantai)
sepatu kulitkulit sepatu
(sepatu dari kulit asli)(kulit untuk membuat sepatu)
tangan panjangpanjang tangan
(tangan baju panjang)(maling, suka mencuri)

BACA JUGA: Kata Every: Diikuti dengan Kata Benda Tunggal atau Jamak?

Demikian halnya dengan letak kata di dalam suatu kalimat. Misalkan: kata police, robber dengan liar (part 1) dan kata new dengan old (part 2) di dalam kalimat Bahasa Inggris berikut ini. Masing-masing kalimat ini memiliki makna yang berbeda-beda.

Part 1

  1. The police called the robber a liar.
  2. The robber called the police a liar.
  3. The liar called the police a robber.

Part 2

  1. My new friend, Linda, sold his old car.
  2. My old friend, Eddie, sold his new car.

Bahasa itu memang unik ya. perhatikan kalimat tanya di dalam Bahasa Inggris berikut ini: “Where did the cat run? “. Jika kalimat tanya itu kita terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, kalimat tersebut akan memiliki beberapa variasi kalimat, antara lain:

  1. Kemana kucing itu lari?
  2. Kemana larinya kucing itu?
  3. Lari kemana kucing itu?
  4. Lari kucing itu kemana?
  5. Kucing itu lari kemana?
  6. Kucing itu kemana larinya?

Ada enam versi kalimat dengan susunan kata (word order) yang berbeda tetapi memiliki satu makna yang sama. Tetapi tidak demikian di dalam Bahasa Inggris.

Kalimat “Where did the cat run?” tidak bisa kita bolak-balik susunan katanya karena pola kalimat di dalam Bahasa Inggris memiliki struktur pola kata yang definite (jelas, pasti).

Jika ditukar susunan katanya, misalkan menjadi: “The cat ran where?”(echo question); atau “Run where did the cat?”, maka tidak akan memiliki makna apa-apa karena struktur kalimatnya salah menurut tata Bahasa Inggris (English grammar).

Berbeda lagi dengan struktur kalimat di dalam Bahasa Jerman. Ia akan mengalami perubahan struktur kalimatnya jika ada sisipan kata penghubung (relative conjunction) atau kata depan (preposition) ke dalam komposisi kalimat tersebut. Misalkan,

Bahasa JermanBahasa Inggris Bahasa Indonesia
Ich sehe dich.I see you.Aku melihatmu.
Du gehst weg.You go away.Kamu pergi menjauh.

Jika kedua kalimat dalam Bahasa Jerman di atas kita gabung menjadi satu kalimat dengan menggunakan kata penghubung (conjunction) ‘wenn’ = when = ketika, maka susunan kata (word order) di dalam kedua kalimat tersebut mengalami perubahan posisi kata sehingga kalimat tersebut menjadi:

Bahasa JermanBahasa Inggris
Wenn ich dich sehe, gehst du wegWhen I see you, you go away.
(Ketika aku melihatmu, kamu pergi menjauh.)

Hanya struktur bahasa Bahasa Indonesia dan Inggris yang tetap sama. Ingat, bahasa itu menunjukkan bangsa. Struktur kalimat suatu bahasa itu mencerminkan pola pikir dan tatanan sosial budaya bangsa itu sendiri. Itu tercermin dari bahasanya. Pola kalimat di dalam Bahasa Inggris terlihat lebih terstruktur dan teratur.

Ada kata di dalam Bahasa Inggris, yaitu kata ‘only’ (hanya) yang bisa mempengaruhi makna isi kalimat yang menggunakannya tergantung di mana kita meletakkannya (menuliskan/ mengucapkannya), apakah sebelum subyek, predikat, obyek atau komplemennya. Perhatikan kalimat di bawah ini.

Only Eddie wanted to meet Linda in her office today.

[Hanya Eddie yang ingin bertemu Linda di kantornya hari ini, bukan orang lain. Bukan Niko ataupun Ricki]

Eddie only wanted to meet Linda in her office today.

[Eddie hanya ingin bertemu, bukan ingin makan dengannya, dsb]

Eddie wanted to meet only Linda in her office today.

[Eddie ingin bertemu Linda saja bukan Lissa atau yang lainnya]

Eddie wanted to meet Linda only in her office today.

[Eddie ingin bertemu Linda hanya di kantornya Linda, bukan di tempat lainnya]

Eddie wanted to meet Linda in her office only today.

[Eddie ingin bertemu Linda di kantornya Linda hanya hari ini, bukan besok atau lusa]

Kesimpulannya, letak kata pada suatu kalimat dapat mempengaruhi maknanya. Kalimat di atas pun bisa kita pecah menjadi beberapa kalimat tanpa harus menggunakan kata keterangan ‘only’.

Kalimat yang kita gunakan disebut ‘cleft sentence’. Cleft sentence digunakan untuk memberi tekanan (emphasis) pada isi (pesan) dari kalimat tersebut sehingga kalimat “Eddie wants to meet Linda in her office today’ bisa kita pecah (cleft) menjadi beberapa kalimat tergantung apa yang akan ditekankan dengan menggunakan expletive ‘it is/was …’

  1. It was Eddie who wants to meet Linda in her office today.

[nobody else, neither Niko nor Ricki]

  1. It was Linda whom Eddie wanted to meet in her office today.

[nobody else, neither Lisa nor Lily]

  1. It was in her office where Eddie wanted to meet Linda today.

[nowhere else, neither in a café nor in a restaurant]

  1. It was today that Eddie wants to meet Linda in her office.

[neither tomorrow nor the day after tomorrow]

Last but not least, posisi kata menentukan makna. Posisi kita menentukan masa depan kita..hehe, betul gak?  Jika kita tetap berjalan di tempat maka kita tak akan maju. Ayo, move on. Tetap semangat.**

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Akhiran S (Suffix S) dan Apostrophe (‘) S

28 March 2024 - 10:14 WIB

Akhiran S atau Suffix S dan Apostrophe S adalah dua hal yang perlu mendapatkan perhatian dari mereka yang belajar Bahasa Inggris.

Wajib Belajar Pendidikan Dasar: Kenapa Harus 6 dan Lalu 9 Tahun?

25 March 2024 - 15:34 WIB

Wajib Belajar Pendidikan Dasar merupakan program Pemerintah untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman di masa depan.

Haus dan Lapar: Thirsty and Hungry

6 March 2024 - 10:18 WIB

Pada bulan Ramadhan kaum muslimin di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa, yaitu menahan rasa haus dan lapar.

Juga

17 February 2024 - 06:47 WIB

Di dalam konteks kaidah Bahasa Indonesia, kata ‘juga’ bisa digunakan untuk menyatakan persetujuan baik dalam kalimat positif maupun negatif.

Mumpung dan Aji Mumpung

24 January 2024 - 07:18 WIB

Kata ‘mumpung’ adalah kata keterangan dan sering dimajemukkan dengan kata ‘aji’, menjadi ‘aji mumpung’ yang berfungsi sebagai kata benda.

Emansipasi dan Feminisme dalam Bahasa Inggris

24 January 2024 - 06:41 WIB

Apa hubungan emansipasi (feminisasi) dan feminisme dengan dan dalam Bahasa Inggris? Tentunya, ada hubungannya.
Trending di Pendidikan & Pengetahuan Umum