Menu

Mode Gelap
 

Health · 25 Nov 2023 06:20 WIB ·

Bagaimana Agar Kita Tak Mudah Lupa dengan Apa Yang Kita Pelajari?


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/EddieWinarto Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/EddieWinarto

Tulisanrakyat.com – Benjamn Franklin pernah membuat sebuah pernyataan yang berbunyi: “Tell me and I forget. Teach me and I remember. Involve me and I learn.” Apa makna pernyataan Benjamin Franklin tersebut? Dari pernyataan itu, ia sebenarnya ingin menunjukkan bahwa di dalam proses pembelajaran (learning process), perlu metode atau keterampilan tertentu agar siswa tak mudah lupa dengan apa yang telah mereka pelajari.

Pernyataan tersebut juga menyiratkan makna bahwa kita kita tidak cukup sekedar diberitahu, dikasihtahu atau diajarkan sesuatu, karena kita akan dengan sangat mudah melupakan apa yang diajarkan tersebut.

BACA JUGA: Alzheimer: Apa dan Bagaimana Mencegahnya

Lalu, harus bagaimana? Libatkan (involve) mereka dalam proses belajar tersebut. Apakah usia juga berpengaruh sehingga kita mudah lupa?

Menjadi tua itu adalah proses alami, artinya setiap orang pasti akan menua dengan seiring bertambahnya usia. Apakah menjadi tua itu identik dengan menjadi lupa (forgetful) atau bahkan menjadi pikun (senile)?

Menjadi lupa itu tidak terbatas pada usia. Banyak orang yang usianya relatif masih muda juga mudah lupa. Artinya, lupa (forgetful) terjadi karena informasi yang disimpan dan yang akan dimunculkan kembali terlalu banyak sehingga menimbulkan interferensi (gangguan).

BACA JUGA: Hiponatremia: Bahaya di Balik Konsumsi Air Putih Berlebihan

Pernahkah kalian saat mau ujian besok, mulai belajarnya malam hari. Begitu banyak materi dalam waktu satu malam yang harus kita pelajari (hafal/ingat).

SKS istilahnya (plesetan), yaitu (s)istem (k)ebut (s)emalam. Mampukah kita membacanya (belajar) dalam waktu singkat? Dan apakah hasilnya optimal?

Besoknya saat ujian tiba, kita akan kesulitan mengingat kembali semua apa yang telah kita pelajari tadi malam karena memori kita overloaded plus rasa kantuk karena kurang tidur.

Bisa dibayangkan bahwa hasilnya pasti tidak akan maksimal. Intinya, kita jadi lupa (walaupun tidak semuanya). Samakah lupa dengan pikun?

Pikun (senile) merupakan kondisi di mana menurunnya kemampuan berpikir secara drastis. Penurunan ini dipicu oleh penurunan fungsi jaringan otak. Pikun umumnya diartikan dan diidentifikasi sebagai efek penuaan.

Hal ini dianggap wajar karena kemampuan mengingat dan memproses sesuatu memang berkurang secara bertahap (gradual) dari waktu ke waktu seiring bertambahnya usia.

Namun perlu diingat bahwa tidak semua orang tua akan mengalami pikun atau bahasa medisnya adalah demensia.

Saya (penulis) sendiri sering menguji kemampuan daya ingat saya saat mengajar kelas baru dengan jumlah siswa yang relatif cukup banyak (20 siswa, misalnya) dengan berusaha mengingat nama-nama mereka di sesi pertama.

Lalu akan mengabsen mereka satu per satu di sesi kedua tanpa membaca daftar hadir siswa. Alhamdulillah, berhasil mengingat seluruh nama siswa yang ada di kelas baru itu walaupun usia sudah alita (di atas limapuluh tahun).

Lalu, samakah demensia dengan Alzheimer? Menurut para ahli, demensia berbeda dengan Alzheimer. Demensia (menjadi pikun) bukanlah suatu penyakit melainkan kumpulan dari berbagai gejala gangguan otak dan Alzheimer adalah salah satunya.

Jadi, Alzheimer itu bagian dari demensia dan salah satu gejala demensia adalah menjadi mudah lupa.

Bagaimana caranya agar kita tak mudah lupa? Sebagai seorang pengajar, seringkali penulis mendapati banyak siswa yang cukup kesulitan di dalam mengingat kembali apa yang telah mereka pelajari dengan cara menghafal.

Menghafal sebuah dialog pendek secara spontan, misalnya. Beberapa dari mereka lupa dengan isi dialog yang telah dilafalnya walaupun mereka rata-rata masih muda. Apa penyebabnya?

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang itu jadi mudah lupa, yaitu:
• Kurang tidur
• Kelelahan
• Stress
• Pola hidup tak sehat (mengkonsumsi makanan tak sehat)
• Penuaan

Lalu, bagaimana mencegahnya? Berikut beberapa tips (cara) yang bisa kita lakukan untuk mencegah agar kita tak mudah lupa.
• Tidur yang cukup
• Makan makanan sehat
• Berolahraga (jogging, lari kecil) secara rutin
• Aktif bersosialisasi dengan orang sekitar (silahturahmi)
• Membaca buku

Untuk poin terakhir, yaitu membaca buku secara rutin dianggap cukup efektif untuk melatih kerja otak dan mencegah kita dari demensia, di samping poin-poin lainnya.

Berikut ini kutipan dari Majalah Prevention, terbitan tahun 2008 tentang manfaat membaca membaca buku secara rutin:

Lindungi Otak dengan Buku:
Menikmati waktu luang dengan membaca buku ternyata dapat mencegah kemunduran kinerja otak secara alami. Baltimore’s Center for Occupational and Environmental Neurology meneliti 112 orang buruh pabrik yang darahnya mengandung timbal, zat yang berbahaya bagi kesehatan mental.

Hasilnya, buruh yang gemar membaca bisa mencetak skor baik dalam tes kognitif. Para peneliti berasumsi bahwa hobi membaca bisa meningkatkan kemampuan otak, yang akan terasa ketika usia lanjut.

Menjadi lupa itu tidak terbatas pada usia karena banyak orang yang usianya relatif masih muda juga mudah lupa.

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/EddieWinarto

So, jelas manfaatnya ya guys dari hasil riset yang telah dilakukan oleh lembaga Baltimore’s Center for Occupational and Environmental Neurology. Hasil riset itu menyimpulkan bahwa membaca buku adalah salah satu faktor penting untuk dapat mencegah kita dari lupa (demensia).

So, don’t tell me. Don’t teach me. Just involve me when studying and reading because I will learn everything. Let’s start reading one book a day.

Jangan pernah berhenti belajar (banyak baca) walaupun usia terus beranjak karena hidup adalah proses belajar (life is a process of learning) dan tak ada istilah tua untuk belajar (never too old to learn).**

[Referensi: Diambil dari berbagai sumber]

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Alzheimer: Apa dan Bagaimana Mencegahnya

22 September 2023 - 09:31 WIB

Melalui pemahaman, pencegahan, dan dukungan, kita dapat bergerak menuju dunia yang lebih baik tanpa Alzheimer.

Fidgeting: Definisi dan Bentuknya

13 September 2023 - 09:05 WIB

Mengenali kebiasaan fidgeting Anda dan mencoba mengendalikannya dapat membantu Anda berinteraksi lebih efektif.

Hiponatremia: Bahaya di Balik Konsumsi Air Putih Berlebihan

18 August 2023 - 19:02 WIB

Salah satu risiko yang jarang disadari dari minum air putih dalam jumlah yang berlebihan adalah terjadinya hiponatremia.

Cedera ACL, Penghambat Karier Bagi Banyak Atlet Muda

18 August 2023 - 18:40 WIB

Penyembuhan total cedera ACL yang bisa memakan waktu sampai sembilan bulan. Mengapa cedera ACL bisa memakan waktu sampai sembilan bulan?

Cacar, Dari Dahulu Hingga Kini

10 August 2023 - 07:20 WIB

Virus variola adalah penyebab dari terjadinya penyakit cacar (smallpox), berbeda dengan cacar air (chickenpox) atau cacar monyet (monkeypox).

Bersepeda ke Kantor, 8 Manfaatnya bagi Diri Kita Sendiri dan Orang Lain

2 August 2023 - 07:14 WIB

Bersepeda ke kantor (bike to work) memberikan manfaat yang luar biasa, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Trending di Health