Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan & Pengetahuan Umum · 14 Aug 2023 07:35 WIB ·

Subject-Verb Inversion dengan Never, Rarely, dan Seldom


 Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik Perbesar

Sumber Foto: Tulisanrakyat.com/Freepik

Tulisanrakyat.com Subject-verb inversion adalah struktur tata bahasa yang melibatkan pembalikan urutan kata dalam sebuah kalimat.

Inversi ini terjadi ketika beberapa kata keterangan frekuensi (adverbs of frequency), seperti “never” (tidak pernah), “rarely” (jarang), dan “seldom” (jarang sekali), diletakkan di awal kalimat, diikuti oleh kata kerja bantu dan kemudian subjek.

Struktur kalimat unik ini digunakan untuk menekankan frasa keterangan tersebut dan menciptakan gaya penulisan yang lebih beragam dan nuansa.

BACA JUGA: Kesalahan Grammar, Tidak Enak Dibaca dan Tidak Enak Didengar

Dalam artikel ini, kita akan membahas konsep subject-verb inversion dengan fokus pada kata keterangan frekuensi (adverbs of frequency), serta memberikan contoh untuk mengilustrasikan penggunaannya.

Memahami Subject-Verb Inversion

Dalam Bahasa Inggris, urutan kata standar adalah subjek-kata kerja-obyek (SVO), di mana subjek melakukan tindakan terhadap objek.

BACA JUGA: Vocabulary dan Kaitannya dengan Fluency dalam Percakapan Bahasa Inggris

Namun, ketika kata keterangan seperti “never,” “rarely,” dan “seldom” digunakan untuk mengungkapkan ketidakseringan suatu tindakan, mereka dapat memicu subject-verb inversion.

Contoh

1. Never have I seen such a breathtaking sunrise.

Dalam kalimat ini, “never” adalah kata keterangan frekuensi. Perhatikan bagaimana kata kerja bantu “have” datang sebelum subjek “I.”

2. Seldom does he complain about his workload.

Di sini, “seldom” berfungsi sebagai kata keterangan frekuensi. Kata kerja bantu “does” mendahului subjek “he.”

3. Rarely do they venture into unknown territory.

Pada contoh ini, “rarely” berperan sebagai kata keterangan frekuensi. Kata kerja bantu “do” diletakkan sebelum subjek “they.”

Keuntungan Menggunakan Subject-Verb Inversion

Inversi dengan kata keterangan frekuensi memberikan sentuhan kesan yang lebih baik pada tulisan Anda.

Ini memecahkan pola kalimat biasa, memberikan ritme dan penekanan pada tulisan Anda. Struktur ini juga dapat digunakan untuk menyoroti tindakan tertentu atau untuk menciptakan sensasi suspense atau antisipasi.

Penggunaan dalam Konteks

Subject-verb inversion sering ditemukan dalam tulisan formal, sastra, dan pidato. Ini dapat digunakan untuk menyampaikan kesan formalitas, serius, atau sentuhan sastra.

Namun, perlu diingat bahwa penggunaan berlebihan dari struktur ini dapat menghasilkan kalimat yang terdengar tidak alami.

Ini sebaiknya digunakan ketika tujuannya adalah untuk menarik perhatian pada frasa keterangan di awal kalimat.

Kesimpulan

Jangan pernah meremehkan kekuatan subject-verb inversion saat digunakan secara bijak dalam tulisan Anda.

Interaksi antara kata keterangan frekuensi dan struktur tata bahasa ini dapat menambahkan lapisan daya tarik, memungkinkan Anda menciptakan kalimat-kalimat yang menonjol dan menarik perhatian pembaca.

Baik Anda ingin menambahkan sentuhan elegan atau sentuhan sastra, subject-verb inversion dengan kata keterangan frekuensi dapat menjadi alat berharga dalam repertoar linguistik Anda.**

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Akhiran S (Suffix S) dan Apostrophe (‘) S

28 March 2024 - 10:14 WIB

Akhiran S atau Suffix S dan Apostrophe S adalah dua hal yang perlu mendapatkan perhatian dari mereka yang belajar Bahasa Inggris.

Wajib Belajar Pendidikan Dasar: Kenapa Harus 6 dan Lalu 9 Tahun?

25 March 2024 - 15:34 WIB

Wajib Belajar Pendidikan Dasar merupakan program Pemerintah untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman di masa depan.

Haus dan Lapar: Thirsty and Hungry

6 March 2024 - 10:18 WIB

Pada bulan Ramadhan kaum muslimin di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa, yaitu menahan rasa haus dan lapar.

Juga

17 February 2024 - 06:47 WIB

Di dalam konteks kaidah Bahasa Indonesia, kata ‘juga’ bisa digunakan untuk menyatakan persetujuan baik dalam kalimat positif maupun negatif.

Word Order

16 February 2024 - 21:08 WIB

Word order secara harfiah adalah susunan (tatanan) kata. Susunan kata bisa mempengaruhi makna suatu kata majemuk, frasa atau bahkan kalimat.

Mumpung dan Aji Mumpung

24 January 2024 - 07:18 WIB

Kata ‘mumpung’ adalah kata keterangan dan sering dimajemukkan dengan kata ‘aji’, menjadi ‘aji mumpung’ yang berfungsi sebagai kata benda.
Trending di Pendidikan & Pengetahuan Umum